Search
Close this search box.

Kontroversi Wasit Warnai Kekalahan Persija dari Semen Padang

Pemain Persija Jakarta melayangkan protes kepada wasit Steven Yubel Poli usai gol Emaxwell Souza dianulir dalam laga kontra Semen Padang yang berakhir dengan kekalahan 0-1 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sabtu (tanggal pertandingan)./visi.news/ist

Bagikan :

 

VISI.NEWS|JAKARTA -kekalahan Persija Jakarta dari Semen Padang tidak hanya meninggalkan kekecewaan di papan skor, tetapi juga memunculkan sorotan tajam terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Super League Indonesia. Kapten Persija, Rizky Ridho, menilai keputusan wasit dalam pertandingan tersebut menjadi faktor besar yang memengaruhi hasil akhir laga.

Persija harus mengakui keunggulan Semen Padang dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Gol semata wayang tercipta lewat gol bunuh diri Jordi Amat, sementara Persija harus menyelesaikan laga dengan sembilan pemain setelah Figo Dennis dan Fabio Calonego diganjar kartu merah.

Rizky Ridho menegaskan bahwa timnya menerima hasil di lapangan, termasuk insiden gol bunuh diri. Namun, ia menilai ada keputusan wasit yang patut dievaluasi karena dianggap merugikan Persija.

“Saya tidak mempermasalahkan gol bunuh diri, itu bagian dari sepak bola,” kata Rizky Ridho.

Ia secara khusus menyoroti kepemimpinan wasit Steven Yubel Poli yang memimpin pertandingan tersebut.

Menurutnya, sejumlah keputusan dinilai tidak konsisten dan lebih menguntungkan kubu lawan.

“Yang jadi masalah adalah keputusan-keputusan wasit yang menurut kami tidak adil,” ujar Ridho.

Puncak kekecewaan Persija terjadi pada penghujung babak kedua saat gol Emaxwell Souza dianulir. Wasit menilai terjadi pelanggaran yang dilakukan Allano Lima terhadap pemain Semen Padang sebelum gol tercipta. Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari para pemain Persija di lapangan.

“Gol itu sangat krusial dan menurut kami sah, tapi tidak disahkan,” ucap Ridho.

Ia berharap insiden tersebut menjadi perhatian serius bagi pengelola liga agar kualitas pertandingan tidak terus tercoreng oleh keputusan kontroversial.

“Kualitas wasit di Super League harus diperbaiki lagi, ini demi kebaikan sepak bola Indonesia,” kata Ridho.

Baca Juga :  Terkait Desil, Kata Dinsos Kabupaten Soal Penyebab Dinonaktifkan 164 Ribu BPJS PBI

Kekalahan ini membuat Persija gagal meraih poin penting, sementara perdebatan soal kepemimpinan wasitkembali mencuat di tengah ketatnya persaingan liga.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :