Wow! Korban Meninggal Akibat Virus Corona di AS Lebih 100.000 Orang

Akibat pandemi virus corona angka kematian di AS tercatat tembus angka 100.000 orang./saudigazette.com.sa
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Dengan angka kematian akibat virus corona melampaui  angka 100.000 orang pada Rabu (27/5/2020), Amerika Serikat telah menjadi negara pertama yang mencapai tonggak sejarah yang suram.

Menurut penghitungan oleh Johns Hopkins Worldwide University, virus ini telah menginfeksi lebih dari 5,6 juta orang dan menewaskan lebih dari 350.000 orang. Dengan angka tersebut, AS menjadi negara dengan kasus kematian paling banyak sejauh ini.

Sedangkan dari seluruh Eropa sendiri hanya tercatat sekitar 170.000 angka kematian, sementara AS mencapai lebih dari 100.000 dalam waktu kurang dari empat bulan.

Sekitar 6 persen dari hampir 1,7 juta orang yang dites positif Covid-19 di AS kini telah meninggal karena penyakit ini, menurut analisis kematian oleh Coronavirus Resource Center dari Johns Hopkins University.

Namun, angka kematian di Amerika Serikat masih menanjak, dan pejabat federal memperingatkan bahwa kemungkinan korban sebenarnya dari coronavirus lebih tinggi daripada angka resmi tersebut.

Para pakar kesehatan masyarakat mengatakan virus corona telah mengakibatkan kerentanan sejumlah besar orang Amerika dan kekurangan sistem perawatan kesehatan AS saat menghadapai pandemi mematikan ini.

AS dihadapkan pada jutaan kasus lagi dan jumlah kematian yang tragis akan datang, virus tersebut mengambil vektor yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak terduga. Dengan tingkat infeksi regional bervariasi dari sekitar 5-20 persen, sebagian besar ahli percaya virus akan terus bergejolak melalui populasi AS sampai tingkat keseluruhan infeksi pada angka 50-60 persen – atau sampai vaksin diberikan secara luas, kata para ahli.

Mayoritas kematian telah dilaporkan di negara bagian New York, New Jersey, Massachusetts, Boston, Michigan, dan Pennsylvania, yang merupakan lebih setengah dari jumlah kematian secara nasional. Negara bagian New York sendiri telah mencatat lebih dari 29.000 angka kematian. Ratusan orang meninggal per hari di New York City, dan rumah sakit, ambulans dan puskesmas dibanjiri pasien.

Awalnya, Presiden Donald Trump meremehkan tingkat keparahan virus corona. Dia enyebutnya tidak lebih buruk dari flu biasa. Dia sebelumnya memperkirakan negara itu tidak akan mencapai angka kematian sebanyak ini. Pada awal Maret, Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular top pemerintah, memperingatkan bahwa Covid-19 dapat merenggut lebih dari 100.000 jiwa di AS.@mpa/saudigazette.com.sa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

ACT Berbagi Kebahagiaan untuk Korban Terdampak Pandemi Covid-19

Kam Mei 28 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Di saat umat muslim sedunia merayakan Idulfitri, Aksi Cepat Tanggap (ACT) ikut berbagi kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari distribusi zakat fitrah hingga ratusan paket beras tiap harinya. Indriyani merupakan salah satu yatim yang mendapatkan paket lebaran dari ACT. Wajah sumringah terlihat dari remaja yang […]
Copyright © 2020 VISI.NEWS All Right Reserved