VISI.NEWS | SUKABUMI – Dedeh (45), perempuan asal Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi korban penyiraman air keras meninggal dunia pada Senin (13/1/2025) malam. Dedeh meninggal ketika menjalani perawatan di RSUP dr Hasan Sadikin Bandung
“Meninggal di RSHS Bandung hari Senin sekitar pukul 21.45 WIB. Jenazah sudah dimakamkan pada Selasa siang,” ujar Pj Kepala Desa (Kades) Pawenang, Dodi Supriadi.
Dodi menjelaskan, peristiwa penyiraman air keras yang dilakukan oleh Gagan (59) menyebabkan Dedeh mengalami luka bakar serius sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi Cibadak selama beberapa hari. Selanjutnya, Dedeh dirujuk ke RS Hasan Sadikin karena harus menjalani operasi.
“Di RS Hasan Sadikin Dedeh telah menjalani satu kali operasi,” kata Dodi.
Lebih lanjut Dodi menyatakan kedua putra Dedeh yaitu Angga (11) serta Sarif (18) juga menjalani operasi akibat ikut tersiram air keras.
“Tadinya cuma Angga saja [yang harus di operasi], tapi kondisi kaki Sarip selama ikut di Bandung semakin parah jadi menyusul harus dioperasi,” ujarnya.
Kasus penyiraman air keras oleh Gagan terjadi di rumah korban di Kampung Dukuh Nara, Desa Pawenang pada Minggu (29/12/2024) pagi. Gagan menyiramkan air keras ke istrinya dan disaat bersamaan ada Angga dan Sarip.
Melihat perbuatan ayah tirinya, kedua anak itu berusaha melindungi ibunya. Sehingga mereka turut menjadi korban.
Adapun motif pelaku melakukan aksi nekatnya karena mencurigai istrinya selingkuh. Dalam kasus ini polisi telah meringkus pelaku. @andri












