Search
Close this search box.

Korlantas Polri Mulai Pemanasan Mudik Lebaran 2026, Keselamatan Jadi Fokus Sejak Dini

Petugas Korlantas Polri melakukan pemeriksaan kendaraan dan pemantauan lalu lintas dalam rangka persiapan Operasi Keselamatan 2026 di Jakarta, Senin (26/1/2026), sebagai langkah awal pengamanan menjelang mudik Lebaran./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memanaskan mesin pengamanan mudik Lebaran 2026 lebih awal melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026. Operasi ini menjadi fondasi penting untuk membangun disiplin berlalu lintas dan menekan potensi kecelakaan jauh sebelum puncak arus mudik dimulai.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, operasi yang akan digelar selama dua pekan mulai awal Februari tersebut diarahkan sebagai langkah preventif agar masyarakat tiba di momentum mudik dengan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman.

“Operasi Keselamatan 2026 menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Fokus perhatian kita arahkan kepada pengguna jalan yang paling rentan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua,” ujar Irjen Agus, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, kesiapan mudik tidak bisa hanya bertumpu pada rekayasa lalu lintas saat arus puncak, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku berkendara sejak jauh hari.

Selain aspek keselamatan, Korlantas juga memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya. Aksi balap liar menjadi salah satu sasaran utama penertiban karena dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan fatal.

“Operasi ini menitikberatkan pada penertiban balap liar yang membahayakan keselamatan umum. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan angkutan bus dan travel melalui titik-titik check point,” kata Irjen Agus.

Di sejumlah titik check point, petugas akan melakukan ram check untuk memastikan kelayakan kendaraan, sekaligus mengecek kondisi fisik dan kesiapan pengemudi angkutan umum sebelum memasuki masa padat perjalanan.

Langkah pengamanan tersebut diperkuat dengan pemanfaatan teknologi penegakan hukum berbasis digital. Korlantas mengandalkan ETLE dan ETLE Drone Patrol Presisi untuk memantau pelanggaran lalu lintas secara lebih luas dan akurat.

Baca Juga :  30 Rumah Tertimbun Longsor di Cisarua, 84 Warga Masih Dicari

“Penindakan dilakukan berbasis teknologi dan data, sehingga objektif, akuntabel, dan minim interaksi. Dengan dukungan ETLE Drone, pengawasan kita kini semakin presisi, luas, dan responsif. Ini adalah wujud transformasi Polri menuju pelayanan yang modern,” jelasnya.

Irjen Agus menekankan, kehadiran ETLE tidak semata-mata untuk penindakan, melainkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat terbiasa tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Di tengah penguatan teknologi dan ketegasan penegakan hukum, Korlantas tetap menekankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Prinsip pelayanan menjadi penyeimbang antara disiplin dan empati di lapangan.

“Langkah ini merupakan komitmen Korlantas Polri untuk menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan melalui pendekatan yang tegas namun humanis. Sesuai prinsip kita: ‘Senyum Polantas adalah Marka Utama’,” tegas Irjen Agus.

Melalui Operasi Keselamatan 2026, Korlantas berharap masyarakat dapat memulai budaya berkendara aman sejak sekarang, sehingga mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar dan minim risiko kecelakaan. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :