Search
Close this search box.

Kota-Kota Besar di Jawa Terancam Amblas: Jakarta dan Bandung Turun Lebih dari 5 cm per Tahun

Warga melintasi kawasan pesisir Jakarta Utara pada Minggu (21/12/2025). Kawasan ini termasuk wilayah yang mengalami penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter per tahun, meningkatkan risiko banjir rob dan kerusakan infrastruktur./visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS|JAKARTA -Sejumlah kota besar di Pulau Jawa menghadapi ancaman serius akibat penurunan muka tanah yang terus berlangsung setiap tahun. Data Badan Geologi mencatat penurunan mencapai lebih dari lima sentimeter per tahun, tidak hanya di wilayah pesisir seperti Jakarta dan Semarang, tetapi juga di dataran tinggi seperti Bandung.

Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi, Agus Cahyono Adi, menjelaskan, penurunan tanah di Bandung dan kawasan Bandung Raya dipicu kombinasi faktor alami dan aktivitas manusia. “Pertama, faktornya adalah masifnya industri, tanah lunak dan sedimen muda, urbanisasi, beban bangunan, serta eksplorasi air tanah yang berlebihan,” kata Agus di Bandung, Minggu (21/12/2025).

Bandung, yang terbentuk dari bekas danau purba, memiliki endapan sedimen yang labil sehingga lebih rentan terhadap amblasan. Agus menambahkan, sebagian faktor alam tidak bisa dikendalikan, namun pengurangan penggunaan air tanah dianggap langkah paling efektif untuk meminimalisasi dampak. “Faktor alam tidak bisa dikendalikan, yang bisa dikendalikan adalah mengurangi penggunaan air tanah,” ujarnya.

Selain Bandung, penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter per tahun juga terpantau di Jakarta Utara, Semarang (Genuk, Tanjung Mas, Kaligawe), Sayung di Demak, pesisir Pekalongan, serta Surabaya bagian timur dan utara.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menekankan kombinasi penurunan tanah dan kenaikan muka laut akibat pemanasan global meningkatkan risiko banjir rob permanen. “Dampak lainnya meliputi kerusakan infrastruktur, penurunan kualitas lingkungan, serta kerugian ekonomi akibat meningkatnya biaya perbaikan bangunan dan hilangnya wilayah daratan,” katanya.

Menurut Lana, penurunan tanah merupakan ancaman jangka panjang, terutama di kawasan perkotaan dan industri. Di pesisir utara Jawa, beberapa wilayah seperti Jakarta dan Semarang kini berada sejajar atau bahkan lebih rendah dari permukaan laut. “Banjir rob meluas di Jakarta Utara, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak,” jelasnya.

Baca Juga :  Tragedi Dini Hari di Jalan AH Nasution, Mahasiswa Tewas Usai Motor Bertabrakan dengan Mobil

Pemantauan GPS periode 2015–2023 menunjukkan penurunan tanah di Jakarta berkisar antara 0,05 hingga 5,17 sentimeter per tahun, relatif stabil sejak 2020. Namun laporan World Economic Forum November lalu menyebut beberapa wilayah Jakarta mengalami penurunan hingga 28 sentimeter, atau tenggelam 10–20 kali lebih cepat dibanding kenaikan muka laut.

Para ahli menekankan perlunya pengelolaan air tanah yang lebih ketat dan perencanaan tata ruang yang adaptif untuk mengurangi risiko bencana jangka panjang.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :