Kota Tasikmalaya Tak Mau PSBB Jilid II, Ini Alasannya!

Ilustrasi tenaga kesehatan khusus penanganan virus corona./antara/fauzan
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kasus terkomfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali meningkat. Meski demikian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Tasikmalaya memilih tidak akan memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau jam malam sekalipun, bahkan Pemerintah Kota memilih opsi adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan memperketat pengawasan protokol kesehatan oleh Tim Gabungan Gugus Tugas.

“Setelah dengan berbagai pertimbangan, hasil rapat memutuskan untuk tidak memberlakukan PSBB jilid II. Tapi, lebih memperketat pengawasan protokol kesehatan kepada masyarakat,” kata juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, Minggu (13/9).

Menurut Ivan yang juga Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, dalam pelaksanaannya nanti, akan melakukan patroli, razia, dan mengedukasi masyarakat agar terus mentaati protokol kesehatan.

“Seperti razia masker dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan akan lebih ditingkatkan. Petugas akan lebih tegas dan tak akan pandang bulu,” ucapnya.

Nantinya, kata Ivan, petugas patroli setiap harinya akan menyisir lokasi-lokasi keramaian yang berpotensi penyebaran virus, seperti fasilitas umum dan jalanan protokol. Kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan massa juga akan dibubarkan.

Tidak hanya di perkotaan, namun akan berlaku hingga di pelosok-pelosok. Pengurus RT dan RW juga akan lebih disiagakan. Mereka akan mendata setiap warga yang keluar masuk, khususnya warga pendatang. Jika ada yang melanggar, akan ditindak tegas.

“Ketua RT dan RW akan mendata warganya, yang merantau atau berpergian ke luar kota khususnya Bandung dan Jakarta. Mereka wajib lapor,” tuturnya.

Dikatakan Ivan, jadi di lapangan pada saat ada kegiatan yang melanggar protokol maka langsung ditindak dalam rangka mengedukasi masyarakat. Bukan hanya di perkotaan, ke wilayah kampung-kampung pun akan ditindak tegas.

Ini dilakukan karena selama tiga hari terakhir kasus terkonfirmasi positif di Kota Tasikmalaya meningkat banyak sampai rumah sakit, klinik, dan puskesmas terpaksa ditutup. Apalagi, diketahui 4 tenaga kesehatan yang salah satunya dokter spesialis senior di Kota Tasikmalaya terkonfirmasi corona.

“Sampai hari ini, data yang tercatat secara akumulasi terdapat 59 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Sebanyak 45 orang dinyatakan sembuh, 11 orang masih menjalani perawatan dan 3 orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengaku, lonjakan kasus Covid-19 yang cukup banyak di wilayahnya imbas dari meningkatnya klaster baru di Bandung dan Jakarta.

Namun, pihaknya belum bisa menyebut jumlah pastinya karena masih diverifikasi oleh petugas lapangan terkait berapa berstatus terkonfirmasi swab atau suspect rapid test-nya.

“Hari ini ada penambahan yang cukup signifikan. Penambahannya tidak satu dua kasus. Hasilnya belum, jumlah pastinya nanti ya, karena akan diverifikasi dulu. Yang jelas hari ini penambahannya cukup banyak. Jumlahnya banyak pokoknya, ini darurat covid lagi,” jelas Uus. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hetifah Ungkap Pembelajaran Online Masih Banyak Kendala

Ming Sep 13 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyebut pembelajaran online selama Covid 19 masih menemui banyak kendala. Hal itu disampaikan pada acara Workshop Pendidikan “Efektivitas Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Covid 19”. Acara ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Minggu, (13/9/2020) di […]