KPK Tangkap Terduga Pelaku Korupsi LPDB – KUMKM Jabar ?

Editor Jalan Soekarno Hatta Bandung, Jumat (16/9/2022). /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah mengungkap dan menangkap terduga pelaku tindak pidana korupsi penyaluran dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Jabar.

Menurut informasi yang didapat VISI.NEWS, akibat tindak pidana korupsi tersebut, negara dirugikan sebesar Rp. 116,8 miliar, adapun jumlah terduga pelaku yang telah berstatus tersangka itu sebanyak empat orang.

“Akibat kasus korupsi di LBDP-KUMKM Jabar itu, kerugian negara mencapai ratusan miliar, dan ada 4 orang yang sudah diamankan dan dibawa ke kantor KPK di Jakarta,” kata salah seorang aktivis MGP Bandung, Agus Satria.

Kepada VISI.NEWS, Jumat (16/9/2022), Agus mengungkapkan, masih menurut informasi, ke empat orang yang diamankan itu diantaranya KD selaku Direktur LPDB KUMKM periode 2010-2017, DK Ketua Pengawas Kopanti Jabar.

“Kemudian dua orang lainnya adalah DW menjabat sebagai Sekretaris II Kopanti Jabar; dan SK selaku Direktur PT Pancamulti Niagapratama, kami sangat mengapresiasi KPK yang terus konsisten membongkar praktik korupsi di Jabar,” ungkapnya.

Ke depan, diharapkan KPK terus melakukan pengawasan sekaligus mengungkap kembali berbagai indikasi atau potensi tindak pidana korupsi di wilayah Jabar khususnya Bandung Raya, pasalnya di wilayah Bandung Raya disinyalir masih banyak lembaga-lembaga yang diduga adanya korupsi di berbagai program.

“Mudah-mudahan tidak hanya pengungkapan kasus korupsi di LPDB-KUMKM Jabar saja, karena masih banyak lembaga lain di Jabar atau Bandung Raya yang disinyalir terjadinya korupsi,” ujar Agus.

Sekedar informasi, kasus korupsi LPDB-KUMKM tersebut diduga terjadi pada tahun 2012, di mana terduga SK telah menemui terduga KD dengan maksud menawarkan bangunan Mall Bandung Timur Plaza (BTP) yang kondisi bangunannya belum selesai seratus persen.

Baca Juga :  Tak Perlu Ragu, Begini Caranya Memulai Bisnis Hampir Tanpa Modal

“Tawaran tersebut, antara lain agar tersangka KD dapat membantu dan memfasilitasi pemberian pinjaman dana dari LPDB KUMKM dan KD pun menyetujui penawaran tersebut dan merekomendasikan tersangka SK,” paparnya.

Setelah dua tersangka tersebut sepakat, kemudian menemui Ketua Pusat Kopanti Jabar, tujuannya adalah agar bisa mengondisikan teknis pengajuan pinjaman dana bergulir melalui permohonan ke Kopanti Jabar.

“Sesuai arahan KD, ketua koperasi meminta tersangka DK mengajukan permohonan pinjaman sebesar Rp. 90 miliar ke LPDB yang digunakan untuk pembelian kios di Mall BTP, yang akan diberikan kepada seribu orang pelaku UMKM,” sambungnya.

Namun, diketahui data pelaku UMKM yang dilampirkan itu, tidak mencapai seribu orang serta diduga fiktif, meski demikian persoalan tersebut tidak dihiraukan dan tetap berproses agar dana bergulir tersebut bisa segera dicairkan.

“Melalui pembukaan rekening bank yang dikoordinir DW, dan agar penyaluran dana terealisasi, KD selanjutnya membuat surat perjanjian kerjasama dengan Kopanti Jabar,” ucap Agus.

Ironisnya, masih menurut informasi yang diperoleh Agus, tanpa mengikuti dan mempedomani analisa bisnis dan manajemen resiko, periode 2012-2013 telah disalurkan dana bergulir kepada 506 pelaku UMKM binaan Kopanti Jabar sebesar Rp116,8 miliar dengan jangka waktu pengembalian selama delapan tahun.

“Selanjutnya uang itu di autodebet melalui rekening bank milik Kopanti Jabar dan selanjutnya dibayarkan ke rekening bank PT PN milik SK sebesar Rp. 98,7 miliar, dan masuk kategori macet, akirnya SK mengeluarkan kebijakan mengubah masa waktu pengembalian menjadi 15 tahun,” urainya.

Terakhir, sesuai pernyataan KPK, diduga KD menerima uang sekitar Rp. 13,8 miliar dan fasilitas kios usaha ayam goreng di Mall BTP diduga dari SK, sementara DK dan DW diduga turut menikmati dan mendapatkan fasilitas, antara lain mobil dan rumah dari Kopanti Jabar.

Baca Juga :  Jelang Kenaikan Harga Rokok Januari 2022, Ini Tanggapan Masyarakat

“Intinya kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pemberantasan korupsi yang diduga terjadi di tanah pasundan, semoga apa yang dilakukan KPK menjadi cambuk bagi para koruptor,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Uang Samin untuk Berhaji yang Dimangsa Rayap Dapat Pengganti Rp 20,220 Juta

Jum Sep 16 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOLO – Uang persiapan ibadah haji hampir Rp 50 juta yang ditabung suami-isteri Samin dalam “celengan” plastik dan hancur gara-gara dimangsa rayap, akhirnya dapat diselamatkan sebesar Rp 20.220.000,-. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, mengganti uang rusak yang dimakan rayap dengan uang baru emisi 2022, setelah […]