KPw BI Solo Fasilitasi Komunitas Seniman Muda Batik Indonesia Wadah Seniman Batik

Editor :
Hasil kerajinan batik karya para perajin tradisional Desa Girilayu yang potensial dikembangkan dengan pendampingan KPw BI Solo/visi.news/istimewa

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, memfasilitasi terbentuknya Komunitas Seniman Muda Batik Indonesia (KSMBI) dengan mempertemukan tiga kelompok perajin batik, yaitu Kelompok Batik Girilayu (Kabupaten Karanganyar) dengan Kelompok Batik Laweyan dan kelompok Batik Kauman Kota Solo.

Pembentukan KSMBI di sentra industri kerajinan tradisional batik, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih tersebut,
diharapkan menjadi embrio wadah bergabungnya para seniman perajin batik senusantara untuk menjawab tantangan pelestarian sekaligus mengembangkan nilai ekonomi batik di masa depan.

Kepala KPw BI Solo, Bambang Pramono, mengungkapkan hal itu kepada VISI.NEWS di kantornya, Senin (23/11/2020).

Dia menjelaskan, program sosial yang merupakan dukungan KPw BI Solo dalam
peningkatan kapasitas ekonomi Kelompok Batik Desa Girilayu, Karanganyar, di antaranya melalui kegiatan pameran virtual Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2020.

“Bank Indonesia (BI) Solo memberikan pendampingan kepada UMKM perajin batik, sejalan dengan fokus Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang telah meluncurkan Digital Marketing School dan Desa Wisata Batik Girilayu di Desa Girilayu, pada 19 November 2020 lalu.

Digital Marketing School merupakan
program sinergi antara Pemkab Karanganyar dengan International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, dalam upaya penguatan pemasaran batik dalam memasarkan Batik Girilayu secara digital,” katanya.

Kelompok Batik Desa Girilayu, menurut Bambang, beranggotakan para perajin batik tradisional warga Desa Girilayu, yang merupakan desa di dataran tinggi sisi barat lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar.

Di Desa Girilayu tersebut, terdapat makam Astana Giribangun, tempat dimakamkannya Presiden RI ke-2, Soeharto dan Astana Mangadeg, makam Pangeran Sambemyawa atau KGPAA Mangkunegoro I, pendiri dinasti Mangkunegaran.

“Desa Girilayu dan sekitarnya memiliki potensi besar yang dapat lebih dikembangkan menjadi destinasi wisata yang lebih lengkap. Potensi besar itu didukung masyarakatnya yang turun-temurun menekuni seni kerajinan membatik dengan coraknya yang khas, Batik Girilayu,” jelasnya.

Dalam Program Sosial Banks ndonesia (PSBI) tersebut, sambungnya, BI Solo memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk penguatan produksi dan pemasaran, kepada Paguyuban Batik Giriarum Girilayu, di antaranya berupa gawangan, kompor membatik, mesin jahit, mesin obras, dan lain-lain.

Kepala KPw BI menambahkan, pihaknya akan melanjutkan pendampingan kepada Paguyuban Batik Giriarum Girilayu, baik dalam aspek pemasaran maupun kelembagaan.

Para perajin batik Girilayu anggota paguyuban tersebut, dalam waktu dekat akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan, seperti dalam pameran di Anjungan Batik Yayasan Batik Indonesia di kediaman Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto pada awal Desember 2020 dan pelatihan motif tekstil batik dari dosen ISI Surakarta, Bayu Aria. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pelaku Usaha Transportasi Ubah Strategi Bisnis Saat Pandemi

Sen Nov 23 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sebagian pelaku usaha yang bergerak di bidang jasa transportasi dan travel pariwisata di Pamekasan, Jawa Timur, mengubah strategis bisnis mereka agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh perusahaan jasa transportasi, Mandala Wisata Tour and Transport di Desa Pademawu Barat, […]