Search
Close this search box.

Krisis Iran Dorong Seruan Aktifkan PLTN Jepang

Yuichiro Tamaki, kepala Partai Demokrat untuk Rakyat (DPP), berbicara dalam acara kampanye pemilu di Tokyo, Jepang, 27 Januari 2026./visi.news/source: Reuters.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Ketegangan perang yang melibatkan Iran mulai menimbulkan kekhawatiran baru terhadap ketahanan energi Jepang. Ketergantungan besar negeri itu pada pasokan energi dari Timur Tengah membuat potensi lonjakan harga listrik semakin nyata jika konflik terus meluas.

Pemimpin oposisi Jepang, Yuichiro Tamaki, mendesak pemerintah untuk segera mengoperasikan seluruh pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang tersedia guna menekan dampak kenaikan harga energi. Menurutnya, nuklir menjadi solusi penting agar Jepang tidak terlalu bergantung pada pasokan energi luar negeri.

“Kecuali kita memanfaatkan sepenuhnya tenaga nuklir sebagai sumber listrik bebas karbon yang tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri, tagihan listrik tidak akan terhindar dari kenaikan,” kata Tamaki dalam pernyataan yang ia unggah di X, Senin.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan energi global. Harga minyak dunia melonjak sekitar 20 persen pada awal pekan ini, mencapai level tertinggi sejak Juli 2022, setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Bagi Jepang, situasinya menjadi semakin sensitif. Negara tersebut mengandalkan Timur Tengah untuk sekitar 95 persen pasokan minyaknya serta 11 persen impor gas alam cair (LNG). Sebagian besar pasokan itu melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang kini terdampak situasi perang.

Sejak bencana nuklir di Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant pada 2011, Jepang menutup seluruh 54 reaktor nuklir yang sebelumnya menyumbang sekitar 30 persen kebutuhan listrik nasional. Saat ini, dari 33 reaktor yang masih dinilai layak beroperasi, baru 15 yang telah kembali diaktifkan.

Tamaki menilai pemerintah perlu mengambil langkah berani untuk mengamankan pasokan energi domestik. “Perubahan kebijakan diperlukan untuk melindungi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Di Tengah Konflik Global, Relasi Sosial Bersama Kanwil Kemenhaj Jabar Panjatkan Doa untuk Kelancaran Haji 2026

Ia selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh politik yang secara konsisten mendukung kebijakan pengaktifan kembali serta pengembangan energi nuklir di Jepang.

Dengan situasi geopolitik yang semakin tidak menentu, perdebatan mengenai masa depan energi nuklir di Jepang kembali menguat, antara kebutuhan akan stabilitas energi dan kekhawatiran terhadap keselamatan nuklir. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :