Kuatkan Pengendalian Pandemi dan Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Perpanjang PPKM, Perluas Capaian Vaksinasi, dan Siap Selenggarakan MotoGP Mandalika

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Seperti yang secara rutin dilakukan tiap hari Senin, Pemerintah terus melakukan evaluasi memantau perkembangan kasus dan upaya pengendalian pandemi Covid-19 secara nasional. Pemerintah juga ingin memastikan efektivitas pelaksanaan berbagai kebijakan yang sudah ditetapkan terkait Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas (Ratas) tentang Evaluasi PPKM secara virtual, Senin (14/03/2022), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Indonesia mengalami penurunan signifikan di semua Pulau (kecuali di Nusa Tenggara), di mana Rt Nasional turun dari 1,09 menjadi 1,06 dalam sepekan terakhir ini. Untuk wilayah di luar Jawa-Bali, rincian angka Rt dari tertinggi ke terendah adalah Nusa Tenggara (1,14), Maluku (1,09), Kalimantan (1,07), Sumatra (1,06), Papua (1,06), dan Sulawesi (1,05).

Kasus Konfirmasi Harian di luar Jawa-Bali konsisten menunjukkan tren penurunan. Per 14 Maret 2022 tercatat sebanyak 3.595 kasus, atau turun -75,2% dibandingkan puncaknya di 2 Maret 2022 lalu sebanyak 14.518 kasus. Sementara, Kasus Aktif luar Jawa-Bali per 14 Maret 2022 sebesar 118.692 kasus, atau telah menurun -35,3% dari puncak kasus aktif pada 3 Maret 2022 sebesar 183.482 kasus.

Proporsi Kasus Aktif di luar Jawa-Bali sebesar 37,5% dari Kasus Aktif Nasional yang sebanyak 316.185 kasus. Namun demikian, Kasus Kematian per 14 Maret di luar Jawa-Bali masih cukup tinggi yaitu 88 kasus atau 32,5% dari kematian nasional yang mencapai 271 orang per hari. Sebagian besar dari mereka adalah yang memiliki komorbid, ataupun berusia lanjut (lansia), dan yang belum vaksinasi lengkap.

Provinsi di luar Jawa-Bali yang sudah melewati puncak Kasus Harian dan menunjukkan tren penurunan kasus adalah Provinsi Sulawesi Utara, Papua, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Lampung, dan Riau. Sebaliknya, ada 2 Provinsi yang masih menunjukkan tren kenaikan Kasus Harian, yaitu  Kalimantan Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Namun, di seluruh Provinsi tersebut, angka Perawatan RS tetap relatif rendah, dan jauh lebih rendah dibandingkan saat Varian Delta,” ucap Menko Airlangga.

Baca Juga :  HIDAYAH: Banyak Didoakan Penggemar, Akhirnya Mualaf

Update BOR dan Isoter di Luar Jawa-Bali

Masih terdapat 4 Provinsi dengan Kasus Aktif tertinggi di atas 10 ribu, namun angka Rasio Keterisian Tempat Tidur (Bed Occupancy Ratio/ BOR) masih terkendali. Keempat Provinsi tertinggi tersebut yaitu Sumatera Utara dengan Kasus Aktif mencapai 13.677 kasus, BOR 16%, dan Konversi Tempat Tidur (TT) Covid 21%. Lampung dengan Kasus Aktif 13.627 kasus, BOR 22%, dan Konversi TT 26%, dan Papua dengan Kasus Aktif 11.326, BOR 13%, dan Konversi TT 18%, serta Kalimantan Timur dengan Kasus Aktif 10.594, BOR 26%, dan Konversi TT 26%. Di sisi lain, ada juga Provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus karena BOR-nya masih di atas 40% yaitu Provinsi NTT (46%).

“Pemerintah terus menyiagakan fasilitas Isoter di Luar Jawa-Bali. Saat ini, kapasitas Isoter yang tersedia sebanyak 36.522 TT, dan baru terisi 3.188 TT (BOR = 8,73%). Adapun daerah yang saat ini keterisian Isoternya cukup tinggi yaitu Provinsi Kaltim (BOR = 45,32%) dan Kepri (BOR = 33,75%), yang akan terus kami monitor,” tutur Menko Airlangga.

Perpanjangan PPKM di Luar Jawa-Bali

Berdasarkan evaluasi mingguan terhadap Level Asesmen Situasi Pandemi Covid-19 pada Provinsi di luar Jawa Bali, per 11 Maret 2022 terdapat 1 Provinsi yaitu Provinsi Papua yang masuk Level 4, karena pencapaian target vaksinasinya yang masih kurang. Pada Level Asesmen 3 ada 17 Provinsi, Level Asesmen 2 ada 8 Provinsi, dan Level Asesmen 1 hanya 1 Provinsi yakni Provinsi NTB.

Sementara itu, untuk 386 Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali, terjadi perbaikan Level Asesmen, yaitu Level Asesmen 4 ada 3 Kabupaten/Kota (turun dari minggu sebelumnya 40 Kabupaten/Kota), Level Asesmen 3 ada 171 Kabupaten/Kota (turun dari minggu sebelumnya 215 Kabupaten/Kota), Level Asesmen 2 ada 194 Kabupaten/Kota (naik dari minggu sebelumnya 120 Kabupaten/Kota), dan Level Asesmen 1 ada 18 Kabupaten/Kota (naik dari minggu sebelumnya 11 Kabupaten/Kota).

Baca Juga :  Presidensi G20, Indonesia Pegang Peran Penting Perdamaian Rusia-Ukraina

Menko Airlangga menyatakan bahwa Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang periode pelaksanaan PPKM untuk Luar Jawa-Bali selama 14 hari ke depan, yaitu mulai tanggal 15 hingga 28 Maret 2022, yang akan diatur dalam Instruksi Mendagri seperti biasa yang dilakukan setiap perpanjangan PPKM. Adapun Level PPKM pada 386 Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali juga mengalami perbaikan signifikan, dengan komposisi sbb:

·     PPKM Level 1 meningkat dari 3 menjadi 18 Kabupaten/Kota.

·     PPKM Level 2 meningkat dari 63 menjadi 168 Kabupaten/Kota.

·     PPKM Level 3 menurun dari 320 menjadi 200 Kabupaten/Kota.

Perkembangan Capaian Vaksinasi

Secara Nasional, Vaksinasi Dosis-1 telah mencapai 92,8% (193,2 juta dosis), Vaksinasi Dosis-2 telah mencapai 72,7% (151,3 juta dosis), dan Vaksinasi Booster atau Dosis-3 telah mencapai 7,6% (13,7 juta dosis).

Untuk Vaksinasi Dosis-1, masih ada 2 provinsi di Luar Jawa-Bali dengan capaian di bawah 70% yaitu Provinsi Papua Barat, dan Papua. Sedangkan, untuk Vaksinasi Dosis-2, masih terdapat 5 Provinsi dengan capaian di bawah 50% yakni Provinsi Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Sementara untuk Vaksinasi Booster, kecuali Provinsi Kepri, pencapaian seluruh Provinsi di Luar Jawa-Bali masih di bawah 10%, sehingga harus terus diakselerasi di seluruh wilayah Provinsi di luar Jawa-Bali. Sementara, untuk Vaksinasi Lansia Dosis-1 masih ada 6 Provinsi yang capaiannya di bawah 60%, dan ada juga 24 Provinsi yang capaian Dosis-2-nya masih di bawah 60%.

Kesiapan Event MotoGP Mandalika

Terkait penyelenggaraan ajang balap motor internasional MotoGP di Mandalika pada 18-20 Maret mendatang telah dilakukan langkah-langkah persiapan. Pertama adalah kesiapan venue, termasuk selesainya pengaspalan ulang track dari T17 s.d. T5, sepanjang 1,6 km, pada 9 Maret 2022. Kemudian, logistik peralatan telah tiba bertahap sejak 9 Maret 2022.

Baca Juga :  SELEB: Berperan Jadi Pelakor, Anya Geraldine Mengaku Benci Lakukan Adegan Ini

Dilanjutkan dengan pembangunan Jalan Kuta-Kruak (peningkatan akses dari bypass menuju sirkuit/KEK Mandalika) yang hingga saat ini telah berjalan segmen 1 (99,78%), segmen 2 (99,35%), yang telah diselesaikan pada 13 Maret 2022.

“Provinsi NTB adalah satu-satunya Provinsi yang berhasil mencapai Level Asesmen 1, sehingga Provinsi NTB telah siap menjadi Penyelenggara MotoGP pada akhir minggu ini. Untuk capaian vaksinasi, secara total Provinsi NTB telah mencapai 93,9% Vaksin Dosis-1, kemudian 75,1% Vaksin Dosis-2, dan 4,5% Vaksin Dosis-3,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. @alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

REFLEKSI | Keramatkan Diri

Sel Mar 15 , 2022
Silahkan bagikanOleh Bambang Melga Suprayogi ADA orang kadang tidak sadar, ia merasa paling tidak beruntung hidup di dunia. Katanya, dunia sangat menyiksanya! Lalu apa kerjanya selama ini ? Ternyata banyak berdiam diri, pengangguran, dan tak gaul pula. Itu mah namanya kesepian om, stress tak ada teman yang bisa di ajak […]