Kusnadi : Kesadaran Kelestarian Lingkungan Jadi Kunci Pembangunan di Jabar

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Kesadaran akan kelestarian lingkungan menjadi kunci dalam pelaksanaan pembangunan di segala sektor terutama pasca pandemi Covid-19, salah satunya yakni dengan cara melakukan ekonomi hijau atau green economy.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar) Haji Kusnadi, Kepada VISINEWS Rabu (2/3/22) mengatakan, keanekaragaman hayati yang terdiri dari puspa dan satwa harus terus dijaga kelestariannya, pasalnya biodiversity tersebut sebagai aset yang dimiliki Jabar.

“Pembangunan sektor apapun harus memperhatikan sustainabilitynya, keberlanjutannya, dan itu merupakan basis untuk Jabar, karena Jabar provinsi yang lengkap,” katanya.

Bendahara Fraksi Golkar DPRD Jabar ini menyebutkan, Jabar memiliki gunung, hutan tropis, pantai, termasuk geopark serta sektor energi sustainable, Jabar memiliki geothermal, sehingga biodiversity, sebagai potensi dan kekayaan alam Jabar, mesti dirawat dengan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai keanekaragaman hayati di Jabar terkikis, kolaborasi menjadi faktor penting untuk menjaga keanekaragaman puspa dan satwa di Jabar, dan masyarakat Jabar harus mencintai puspa dan satwa,
untuk memulihkan keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Kusnadi mengungkapkan, kepedulian terhadap perlindungan Puspa dan Satwa Nasional tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 1993, oleh karena itu DPRD mendorong partisipasi publik untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Jabar.

“Guna mewujudkan kualitas lingkungan, perlu peran aktif dari pemangku kepentingan, masyarakat, termasuk menciptakan berbagai program berkaitan dengan penentasan persoalan lingkungan,” ungkapnya.

Pengolahan sampah misalnya, Kusnadi menjelaskan, persoalan sampah menjadi permasalahan serius untuk kemudian diselesaikan, salah satunya yakni dengan cara pengelolaan sampah organik skala perkantoran yang seterusnya diharapkan bisa diterapkan dilingkungan masyarakat atau perumahan.

“Upaya pengurangan sampah dengan komposisi 30 persen pengurangan di hulu dan 70 persen penanganan di hilir, diyakini dapat mengurai persoalan sampah di Jabar, sehingga tidak bergantung pada TPA yang ada,” pungkasnya.@eko

Baca Juga :  Bertambah 5.272 Kasus, Total Positif Covid-19 463.007 Orang

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Ramai Bahas Soal Adzan dan Pengeras Suara, di Kampung Toleransi Bandung SK Menag Tak Berlaku

Rab Mar 2 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Polemik aturan dan peraturan adzan yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Nomor 05 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala, sampai saat ini masih menjadi perbincangan ditengah masyarakat, namun tidak berlaku di Kampung Toleransi Bandung. Seperti yang dikatakan […]