VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Festival Literasi Kota Bandung 2025 resmi digelar dan kembali menegaskan posisinya sebagai ajang bergengsi dalam membangun budaya membaca dan literasi masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Disarpus Kota Bandung, POKJA Literasi, Paguyuban Duta Baca, serta berbagai komunitas dan pegiat literasi. Tahun ini, festival ini menjadi ruang tumbuhnya generasi literat yang kreatif dan berkarakter.
Acara puncak festival berlangsung di Aula Utama, lantai III Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Jl. Seram No. 2, Bandung, Kamis (28/8/2025).
Kepala Dispusip Kota Bandung, Dewi Kaniasari, atau yang akrab disapa Bunda Kenny, membuka acara secara resmi dengan menyampaikan pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan masyarakat.
“Festival Literasi hadir dengan semangat baru. Literasi bukan hanya sekadar membaca buku, melainkan kemampuan memahami, mengolah, dan memaksimalkan potensi dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.
Festival ini merupakan rebranding dari Jambore Budaya Baca dan Festival Duta Baca, yang sebelumnya telah berlangsung hingga tahun ke-9 pada 2024. Di tahun 2025, kegiatan ini dikemas lebih inklusif dan modern, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas.
Ajang Talenta Literasi dan Inklusivitas
Tahun ini, Festival Literasi Kota Bandung menghadirkan empat jenis lomba yang mencerminkan keberagaman potensi literasi peserta, yaitu:
1. Lomba Bertutur (Tingkat SD/MI)
2. Lomba Pidato Bahasa Sunda (Tingkat SMP/MTs)
3. Lomba Duta K-LIK (Tingkat SMA/SMK/MA)
4. Lomba Bakat Anak Istimewa (SMPLB/SMALB/Sekolah Inklusi)
Khusus Lomba Bertutur, juara pertama akan melanjutkan ke ajang tingkat Provinsi Jawa Barat, dan berpotensi tampil di tingkat nasional. Sedangkan Lomba Pidato Bahasa Sunda menjadi bentuk konkret upaya pelestarian bahasa ibu atau bahasa indung.
Partisipasi Meningkat, Semangat Literasi Menguat
Sekretaris Dispusip Kota Bandung, Medi Mahendra,menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat 182 peserta mengikuti Lomba Bertutur, 58 peserta Lomba Pidato Bahasa Sunda, 22 peserta Lomba Duta K-LIK, dan 21 peserta Lomba Bakat Anak Istimewa.
“Jumlah peserta ini menjadi indikator kuat bahwa literasi telah menjadi bagian penting dari perkembangan karakter generasi muda kita,” ujar Medi.
Ia menambahkan bahwa lebih dari sekadar lomba, festival ini adalah wadah pembelajaran, ekspresi diri, dan penguatan karakter, sesuai dengan visi Bandung sebagai kota yang literat dan inklusif.
Daftar Juara: Lomba Bertutur (Tingkat SD/MI)
1. Juara 1 Fahrina Aqila Salsabila dari SDN 037 Sabang kecamatan Bandung Wetan
2. Juara 2 Muhammad Ilman Rasyiid dari SD Sequoia Nasional Plus Kecamatan Sumur Bandung
3. Juara 3 Davina Malika Putri dari SDN 235 Lengkong Kecil Kecamatan Lengkong
4. Harapan 1 Nadine Keyla Izzanty dari SD BPI Bandung Kecamatn Lengkong
5. Harapan 2 Aquhazel Salna Viraiqa dari SDN 247 Sukapura Bandung Kecamatan Cibiru
6. Harapan 3 Ravael Rezky Aditya dari SDN 006 Buah Batu Kecamatan Buah Batu
Selain Lomba Bertutur, dari seluruh kategori yang dilombakan, Festival Literasi Kota Bandung tahun ini telah menghasilkan 24 literat baru, yang diharapkan menjadi agen perubahan literasi di lingkungan masing-masing.
Menjadi Gerakan Sosial Literasi Kota
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif komunitas, Festival Literasi Kota Bandung 2025 diharapkan menjadi penguat budaya baca dan wadah pengembangan potensi literasi bagi seluruh warga Bandung.
“Kami berharap literasi tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi gerakan sosial yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tutup Bunda Kenny. @Ihda