Laju Inflasi di Masa Pandemi Unik karena Alkes Jadi Penyumbang Tertinggi

Editor :
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, bersama Kepala KPw BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, didampingi pejabat OPD terkait di Pemkot Solo, melakukan sidak memantau harga kebutuhan pokok di 3 pasar tradisional./visi.news/tok suwarto.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Laju inflasi di masa pandemi tahun 2021 ini disebut unik karena bidang kesehatan ikut menyumbang inflasi tertinggi akibat meningkatnya kebutuhan alat kesehatan (alkes), terutama APD (alat pelindung diri ).

“Harga-harga komoditas di pasar sebenarnya semua merata. Ada kenaikan harga tapi masih normal. Kebutuhan tidak terlalu tinggi karena suplai lancar. Tapi inflasi 2021 unik karena sumbangan bidang kesehatan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo, Ahyani, kepada wartawan seusai High Level Meeting hasil sidak pasar, di Bale Manganti Praja, kompleks Balai Kota Solo, Kamis (6/5/2021).

Pertemuan yang dipimpin Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dan diikuti Wakil Wali Kota, Teguh Prakosa, Sekda Ahyani, pimpinan OPD terkait, Kapolresta Surakarta, Dandim 0735 Surakarta dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, dilaksanakan setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga pasar tradisional, yakni Pasar Nusukan, pasar darurat Pasar Legi dan Pasar Gedhe.

Dalam sidak ke pasar yang menjadi barometer harga komoditas pangan tersebut, fokus pantauan di antaranya adalah harga daging sapi, telur ayam, daging ayam, minyak goreng, beras, bawang putih dan bawang merah. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan langsung dari pedagang, disimpulkan harga komoditas pangan strategis masih stabil, ketersediaan dan pasokan barang kini masih aman.

“Saat ini tidak ada kenaikan signifikan harga barang kebutuhan pokok masyarakat. Kenaikan harga daging ayam, beras, telur ayam dan minyak goreng masih dalam batas kewajaran. Tapi menjelang lebaran ini harga-harga masih stabil karena kenaikan daging ayam Rp. 34.000 menjadi Rp.38.000 masih cukup wajar. Masyarakat Solo tenang saja,” kata wali kota, Gibran.

Baca Juga :  Hasil Liga Inggris, Italia, dan Jerman Tadi Malam

Sidak pasar secara serentak di Kota Solo yang diintensifkan mendekati lebaran, menurut wali kota Solo, merupakan salah satu upaya pengendalian harga dan membangun espektasi positif masyarakat selama Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri.
Sebagai tindak lanjut sidak pasar, Gibran menginstruksikan pihak-pihak terkait agar menggelar operasi pasar dan pasar murah pada akhir pekan ini.

Kepala Badan Pusat Statistik Surakarta, dalam laporannya, mengungkapkan, mulai Januari – April 2021 sektor kesehatan menyumbang inflasi paling tinggi mencapai 12 persen lebih. Disusul laju inflasi bahan makanan dan minuman 1,9 persen dan sektor rekreasi 2 persen lebih.

“Pada April 2021 harga-harga mulai terkendali. Harga telor dan daging ayam naik, tapi harga cabai dan beras stabil. Yang harus diantisipasi harga-harga pasca lebaran, karena permintaan kebutuhan diprediksi naik,” ungkapnya.

Sementara itu, David yang mewakili kalangan pengusaha pemasok kebutuhan pokok, menyatakan, arus pasokan bahan kebutuhan untuk keperluan lebaran tidak ada yang dikhawatirkan. Dia memastikan, suplai bahan kebutuhan pokok pada masa lebaran 2021 akan bisa tercukupi. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Termasuk di Jabar, Hujan Lebat Diprakirakan Terjadi di Beberapa Daerah di Indonesia

Jum Mei 7 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Melansir Antara dari laman resmi BMKG, Jakarta, Jumat (7/5/2021), daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca tersebut adalah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Lampung, Banten, […]