Search
Close this search box.

Lampion dan Barongsai Iringi Lonjakan Penumpang Imlek 2026 di Daop 2 Bandung

Dentuman tambur dan gerakan lincah para pemain barongsai seketika menarik perhatian penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan di Stasiun Bandung. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Lampion-lampion merah bergantungan anggun di sudut-sudut ruang tunggu, kilau ornamen emas memantul di lantai stasiun, dan alunan tabuhan tambur barongsai memecah riuh percakapan para penumpang. Di tengah arus keberangkatan yang padat pada libur panjang Tahun Baru Imlek 2026, suasana berbeda terasa di sejumlah stasiun wilayah Daerah Operasi 2 Bandung milik PT Kereta Api Indonesia (Persero). Perjalanan dengan kereta api kali ini bukan sekadar soal tiba di tujuan, tetapi juga tentang merayakan kebersamaan dalam balutan tradisi.

Sentuhan khas Imlek menyapa pelanggan sejak memasuki area stasiun. Di Stasiun Bandung, lampion-lampion merah menghiasi langit-langit hall utama, sementara ornamen shio dan pernak-pernik bernuansa emas mempertegas atmosfer perayaan. Anak-anak terlihat antusias berfoto di depan dekorasi tematik, sementara orang tua tersenyum menikmati momen langka ketika stasiun terasa begitu hangat dan bersahabat.

Tak hanya di pusat kota, semarak itu juga menjalar ke berbagai titik lain di wilayah operasional Daop 2. Stasiun Kiaracondong, Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Garut, Stasiun Banjar, Stasiun Cimahi, hingga Stasiun Padalarang turut mendapatkan sentuhan dekorasi Imlek. Masing-masing menghadirkan nuansa khas yang memperkaya pengalaman perjalanan pelanggan, seolah setiap keberangkatan dibingkai dengan doa dan harapan baru.

Puncak kemeriahan terjadi ketika pertunjukan barongsai digelar di Stasiun Bandung. Dentuman tambur dan gerakan lincah para pemain barongsai seketika menarik perhatian penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan. Beberapa di antara mereka mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam, sementara yang lain larut dalam tepuk tangan dan sorak sorai. Di sela kepadatan arus mudik kecil Imlek, hiburan ini menjadi jeda yang menyenangkan.

Di balik kemeriahan itu, angka-angka pergerakan penumpang menunjukkan lonjakan signifikan. Selama lima hari long weekend Imlek 2026, tercatat 87.629 pelanggan menggunakan KA Jarak Jauh dengan keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung. Okupansi mencapai 129,1 persen dari total 67.510 tempat duduk yang disediakan. Tingginya tingkat keterisian ini mencerminkan besarnya minat masyarakat bepergian menggunakan moda transportasi kereta api pada momen spesial tersebut.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Stasiun Bandung menjadi titik terpadat dengan 29.085 penumpang berangkat dan 28.781 penumpang datang. Di Stasiun Kiaracondong, angka keberangkatan mencapai 15.186 pelanggan dengan 14.992 pelanggan datang. Sementara itu, Stasiun Cianjur mencatat 10.038 penumpang berangkat dan 10.840 penumpang datang, disusul Stasiun Tasikmalaya, Cipatat, Garut, dan Banjar yang juga mengalami peningkatan mobilitas signifikan.

Bagi sebagian penumpang, perjalanan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ada yang pulang untuk berkumpul bersama keluarga, ada pula yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata. Di ruang tunggu, terlihat keluarga membawa bingkisan khas Imlek, pasangan muda yang hendak berlibur, hingga mahasiswa yang pulang kampung. Kereta api menjadi ruang pertemuan berbagai cerita dan harapan di awal tahun baru penanggalan Tionghoa.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menilai tingginya volume penumpang selama periode ini sebagai cerminan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Pihaknya berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus memberi sentuhan pengalaman berbeda melalui kegiatan tematik seperti perayaan Imlek. “Kami ingin pelanggan tidak hanya sampai tujuan, tetapi juga merasakan suasana yang berkesan,” ujarnya.

Menjelang akhir libur panjang, arus penumpang masih terlihat ramai, namun tetap terkendali. KAI Daop 2 Bandung mengingatkan pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan mematuhi aturan perjalanan. Di bawah cahaya lampion merah yang masih bergantung, perjalanan demi perjalanan terus berlangsung—membawa penumpang menuju tujuan masing-masing, dalam semangat baru yang penuh harapan dan kebahagiaan.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :