Lantaran Covid-19, Daftar Tunggu Haji Reguler Mencapai 5.073.767 Orang

Editor Acara Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) angkatan I tahun 2022 di Kota Bandung Sabtu (13/11/22). /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Daftar tunggu jamaah haji reguler di Indonesia hingga kini telah mencapai 5.073.767 orang, menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Ace Hasan Syadzily menyarankan agar Kementrian Agama (Kemenag) membuat perencanaan.

“Daftar tunggu nya sudah jutaan orang, jadi harus menskemakan atau perencanaan yang baik untuk mempersipkan musim haji mendatang,” katanya.

Ditemui dalam acara Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) angkatan I tahun 2022 di Kota Bandung Sabtu (13/11/22), Kang Ace menyebutkan padatnya antrian itu lantaran Covid-19.

“Terjadinya padatnya antrian karena kasus Covid-19 beberapa tahun lalu, ditambah terbatas anya kuota jemaah haji sesuai kebijakan kerajaan Arab Saudi,” sambungnya.

Dihadapan puluhan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), para penyuluh keagamaan se-Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan peserta lainnya, Kang Ace menjelaskan belum termasuk daftar waiting list jamaah haji.

“Selain panjangnya antrian jemaah haji, juga adanya waiting list khusus yang jumlahnya mencapai 97.701 orang, ini yang kemudian menjadi perhatian,” jelasnya.

Menurutnya, pada saat menunaikan ibadah haji tahun 2022, Kang Ace mengaku sempat berdiskusi dengan jamaah haji asal KBB kaitan dengan panjangnya antrian haji.

“Jadi semakin panjang antrian maka semakin banyak dana setoran jamaah yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” ungkapnya.

Di hadapan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat (Jabar), H Ajam Mustajam, Ketua MUI KBB, KH. Moh. Ridwan dan Kepala Kemenag KBB, H. Asep Ismail, ia menyebutkan penyelenggaraan haji berjalan lancar.

“Meski demikian, alhamdulilah pada tahun 2022 kegiatan ibadah haji dari luar negara Arab Saudi bisa dilaksanakan kembali dengan lancar, dan memang masih perlu di evaluasi,” ucapnya.

Terakhir, penyelenggara haji harus memberikan penjelasan kuota yang tidak terpenuhi, dari 100.051 kuota, terpenuhi 99.887 jamaah yang berangka termasuk pelayanan di Masyair yang dirasa tidak seperti yang diharapkan.

Baca Juga :  Sempat Ricuh, Sidang Kades Majasetra yang  Terlibat Kampanyekan Caleg

“Pelayanan di Masyair, walaupun terjadi peningkatan (layanan) namun ini tidak sebanding dengan biaya yang diberikan,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkot Bandung Wacanakan Penambahan Hidran Tahun 2023

Ming Nov 13 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Meski musim penghujan masih berlangsung, kejadian kebakaran kerap terjadi akhir-akhir ini di Kota Bandung. Kasus terbaru di antaranya Gedung Bappelitbang area Balai Kota Bandung yang terbakar, Senin 7 November silam dan Pasar Induk Caringin, Kamis 10 November 2022. Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung, […]