VISI.NEWS | BANDUNG – Komandan Lanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M., bersama jajaran pejabat utama lanud, meninjau sejumlah aset TNI Angkatan Udara di Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (22/11/2025). Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kadisops Letkol Lek Hari Eka Nugraha, M.Han., Kadislog Letkol Kal Haedir Pratama, M.Han., serta Dansathanlan Mayor Lek Sungadi.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aset TNI AU di wilayah tersebut tetap berada dalam kondisi aman, terpelihara, dan termanfaatkan secara optimal. Marsma Eko menegaskan bahwa pengecekan langsung di lapangan penting untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lokasi.
“Kami harus memastikan seluruh aset memiliki status yang jelas serta dijaga dan dikelola sesuai aturan. Ini bagian dari tanggung jawab kami di wilayah,” ujar Marsma Eko saat meninjau area aset.
Selain melakukan pengecekan fisik, tim juga melaksanakan pendataan ulang serta verifikasi status aset. Proses ini bertujuan memperkuat tertib administrasi sehingga tidak terjadi tumpang tindih pemanfaatan maupun potensi penyalahgunaan lahan.
Kegiatan peninjauan berlangsung lancar dan melibatkan koordinasi dengan aparat kewilayahan setempat. Pihak Lanud Sulaiman memastikan komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar berjalan baik demi menghindari persoalan terkait batas wilayah dan pemanfaatan area.
Peninjauan aset ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Lanud Sulaiman dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan aset negara, khususnya yang berada di bawah kewenangan TNI Angkatan Udara.
Dengan semakin banyaknya dinamika pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Bandung, Lanud Sulaiman menilai pengawasan rutin menjadi semakin penting. Hal ini juga untuk mengantisipasi potensi sengketa lahan atau pemanfaatan aset tanpa izin.
Lanud Sulaiman menegaskan komitmennya untuk menjaga seluruh aset negara sebagai bagian dari upaya mendukung tugas pokok TNI AU serta memastikan keberadaan aset tersebut memberikan manfaat optimal bagi kegiatan operasi maupun pembinaan satuan.
@uli












