Lapas Tasikmalaya Overkapasitas, Daya Tampung Ideal 88 Orang Dihuni 333 Napi

Editor :
Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar acara pemberian remisi dalam rangka HUT ke-75 RI , Senin (17/8)/visi.news/ayi kuraesin.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah sangat overkapasitas. Lapas tersebut idealnya menampung 88 warga binaan, namun kini dihuni oleh 333 narapidana.

Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi kepada wartawan, Selasa (18/8) mengatakan, sudah sejak lama jumlah narapidana (napi) di lapas yang berada di pusat Kota Tasikmalaya ini telah melebihi kapasitas. Idealnya maksimal menampung 88 warga binaan.

“Namun, saat ini napi yang menghuni Lapas Tasikmalaya berjumlah 333 orang atau empat kali lipat melebihi kapasitas ideal,” ucapnya.

Menurutnya, memang tidak manusiawi, bahkan kondisi ini bisa dikatakan melanggar HAM. Kamar yang seharusnya dihuni oleh 7 warga binaan, namun pada kenyataannya dihuni lebih dari 30 napi.

Tapi itulah kondisi yang sebenarnya, dengan segala keterbatasannya. Para warga binaan harus berdesakan menghuni kamar sel yang tersedia di Lapas Kelas II B Tasikmalaya.

Persoalan lainnya, dalam kondisi yang serbaterbatas dan sudah melebihi kapasitas menyebabkan tugas utama lapas tidak ideal. Artinya, pembinaan kepada para napi tak bisa maksimal. 

“Tugas utama lapas itu melakukan pembinaan terhadap para napi. Namun dengan kondisi ini sulit melakukan pembinaan secara maksimal,” tuturnya.

Dikatakan Sulardi, dengan kondisi yang serba tidak ideal ini, pihaknya tetap bekerja maksimal melakukan pembinaan terhadap warga binaan salah satunya keterampilan.

Tujuannya, para napi yang menjalani masa hukuman di lapas kelak memiliki keterampilan dan tak mengulangi perbuatannya melanggar hukum.

Pihaknya juga terus berupaya mencari solusi guna mengatasi masalah kelebihan kapasitas. Pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

“Dua pemda itu kini masih akan membahas masalah kelebihan kapasitas di Lapas Tasikmalaya. Kami juga sudah meninjau lokasi untuk relokasi yakni di wilayah Mangin, Tasikmalaya,” ujarnya.

Dijelaskan dia, lokasi yang ditinjau memang sangat cocok. Namun, untuk pastinya harus menunggu mekanismenya yang masih dalam pembahasan.

Pihaknya hanya berharap dan meminta, dua pemerintah daerah memiliki komitmen untuk membenahi masalah yang ada di Lapas Tasikmalaya. Terutama masalah kelebihan kapasitas karena persoalan relokasi tak bisa berkerja sendiri, ungkapnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Usum Merdéka (3)

Sel Agu 18 , 2020
Silahkan bagikanRékacipta Féndy Sy Citrawarga   “BUDAK-BUDAK ari manéh Sarya?” “Na kumaha kitu Bi?” “Apan kamari ceuk Bibi téh Ujin, maké euweuh sagala Sarya? Nya aya atuh!” “Ceuk si Si Yaya, nyaan Mamah Raha aya manahan?” “Nya aya, Sarya, témbal Bibi.” “Ceuk si Yaya, tandana Mamah Raha aya manahan, pasrahkan […]