Search
Close this search box.

Lari Aman Tanpa Risiko Serangan Jantung, Begini Saran Dokter

Ilustrasi. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Olahraga lari dikenal menyehatkan tubuh, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kolesterol baik, menjaga berat badan ideal, hingga menurunkan stres. Namun, tahukah kamu, lari juga dapat menjadi ancaman tersembunyi bagi jantung jika dilakukan tanpa persiapan yang tepat?

Menurut dr. Aron Husink, SpJP (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Mayapada Hospital Tangerang, lari dapat melatih kekuatan otot jantung dan melancarkan aliran darah, sehingga risiko serangan jantung bisa menurun. Meski demikian, bagi sebagian orang, terutama yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko tertentu, lari berlebihan justru berbahaya.

Ia mengatakan sering kali menemukan orang yang belum pernah memeriksa kondisi jantungnya tiba-tiba ikut event lari. Akhirnya terjadi serangan jantung yang bisa fatal.

Menurutnya, risiko serangan jantung meningkat pada mereka yang memiliki penyempitan pembuluh darah jantung atau penyakit jantung koroner, terutama jika memiliki faktor risiko seperti:

* Diabetes

* Hipertensi

* Kolesterol tinggi

* Merokok

* Riwayat keluarga dengan penyakit jantung di usia muda

Jika kamu merasakan nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar cepat atau tidak teratur, pusing, hampir pingsan, segera hentikan aktivitas dan periksakan diri ke dokter.

Bagaimana agar lari tetap aman bagi jantung?

* Periksa kondisi jantung sebelum mulai latihan, terutama jika berusia di atas 30-35 tahun

* Latihan secara bertahap, tidak memaksa tubuh

* Cukup istirahat dan tidur

* Perhatikan hidrasi dan asupan nutrisi

* Konsultasi dengan dokter jika memiliki penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes

dr. Aron menyebutkan, pemeriksaan dasar jantung seperti Elektrokardiogram (ECG) dan Treadmill test mampu mendeteksi risiko sumbatan dan serangan jantung hingga 70%. Jika dibutuhkan, pemeriksaan lanjut seperti ekokardiografi (EKG) dapat mengevaluasi fungsi dan struktur jantung secara menyeluruh.

Baca Juga :  Buruan Daftar! Kemnaker Siapkan 20.000 Kuota Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Jika kamu mengalami nyeri dada saat berlari, layanan Chest Pain Unit Mayapada Hospital tersedia 24 jam untuk evaluasi awal. Jika tidak ada indikasi jantung, kamu tidak akan dikenakan biaya. Namun, jika terdeteksi risiko penyakit jantung, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk penanganan lebih lanjut.

Ingat, lari tetap menyehatkan jika dilakukan dengan persiapan dan pemantauan yang tepat. Dengarkan sinyal tubuhmu dan selalu utamakan keselamatan. @ffr

 

Baca Berita Menarik Lainnya :