Layanan Mobil Antar Jenazah, Dompet Dhuafa Jawa Barat x British Propolis Hadir di Tengah-Tengah Masyarakat

Editor :
Dompet Dhuafa Jawa Barat menerima satu unit mobil jenazah dari British Propolis. /visi.news/ist

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Merespon tingginya kebutuhan layanan antar jenazah di wilayah Jawa Barat, Dompet Dhuafa Jawa Barat menerima satu unit mobil jenazah dari British Propolis. Bantuan berupa mobil jenazah ini dinilai sangat mendukung aktivitas layanan sosial yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat.

Berdasarkan data sepanjang tahun 2021 ini, Dompet Dhuafa Jawa Barat telah melayani sebanyak 220 layanan antar pasien maupun jenazah. Layanan antar pasien maupun jenazah ini sudah beroperasi baik di kawasan Jawa Barat maupun luar Jawa Barat.

“Layanan mobil jenazah ini tidak dipungut biaya atau gratis untuk masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya. Terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam hal pembiayaan antar jenazah.” Ungkap Andriansyah selaku pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Jawa Barat pada acara serah terima Mobil Jenazah, Senin (11/10/2021).

Kedepannya diharapkan Dompet Dhuafa memiliki armada dengan jumlah yang mencukupi untuk memaksimalkan peran sosialnya, baik di kawasan Jawa Barat maupun luar Jawa Barat. Adapun layanan yang disediakan juga memiliki cakupan yang lebih luas lagi, tidak hanya layanan antar jenazah melalui mobil jenazah yang sudah tersedia, tetapi juga layanan antar pasien dengan armada yang terpisah dan dilengkapi dengan fasilitas yang mengakomodir kebutuhan pasien gawat darurat dalam perjalanan untuk mendapatkan bantuan ke rumah sakit maupun instansi kesehatan lainnya.@mpa

Baca Juga :  Periksa Hewan Kurban, Petugas Gunakan APD

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Genjot Vaksinasi Covid 19, Bupati Batang Targetkan 1 Hari 1%

Sen Okt 11 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Batang, kembali memasuki Level 3 setelah sebelumnya sudah memasuki Level 2. “Tentu dengan adanya perubahan ini, pemulihan ekonomi yang dilakukan harus lebih berhati-hati lagi dalam melaksanakannya dan tetap memperhatikan peraturan dari Imendagri. Dalam peraturan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) […]