VISI.NEWS | BANDUNG – Hingga Kamis (19/3/2026) pukul 19.30 WIB, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih belum menetapkan secara resmi tanggal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang bergantung pada kepastian waktu Lebaran.
Salah satu yang terdampak adalah para perajin kupat di kawasan Bandung Selatan, Kota Bandung. Mereka mengaku kebingungan menentukan jadwal produksi dan distribusi pesanan yang biasanya memuncak menjelang Idulfitri.
“Bukan apa-apa, ini banyak pesanan kupat yang harus diserahkan, apa besok atau lusa Lebarannya. Coba pemerintah kalau bisa menetapkan lebih awal, seperti dulu-dulu,” ujar Hafsah (45), seorang perajin kupat, Kamis petang.
Menurut Hafsah, ketidakpastian ini berdampak langsung pada ritme produksi. Jika salah memperkirakan waktu Lebaran, kupat yang sudah dibuat bisa menjadi tidak layak jual karena sifatnya yang tidak tahan lama.
Keluhan serupa juga datang dari pelaku usaha transportasi, khususnya pengelola dan pengemudi rental mobil. Mereka mengaku kesulitan mengatur jadwal penyewaan kendaraan yang biasanya meningkat drastis saat arus mudik dan libur Lebaran.
Para pengusaha rental menyebut, tanpa kepastian tanggal, banyak pelanggan menunda konfirmasi pemesanan. Hal ini membuat potensi pendapatan menjadi tidak maksimal, bahkan berisiko terjadi pembatalan mendadak.
“Biasanya H-2 sudah penuh, sekarang masih banyak yang menunggu kepastian. Supir juga jadi bingung standby kapan,” ungkap Ipin (42) salah satu pengelola rental di Bandung.
Tak hanya sektor kuliner dan transportasi, ketidakpastian ini juga dirasakan oleh pelaku usaha lain seperti pedagang bahan makanan, jasa katering, hingga penjual pakaian muslim. Mereka berharap adanya kepastian lebih cepat agar dapat mengatur stok, tenaga kerja, dan distribusi dengan lebih baik.
Masyarakat pun berharap pemerintah dapat segera mengumumkan hasil sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah. Kepastian tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk kepentingan ibadah, tetapi juga demi menjaga stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat menjelang hari raya.
@uli