Lebih 3000 Orang Telibat dalam Peringatan Hari Angklung Sedunia yang Digelar BPK IX Jawa Barat

Editor Anak anak yang tampil pada Pertunjukkan Angklung SOUND-A di Gedung Teater Taman Budaya, Dago, Kamis (16/11/2023) malam. /visi.news/yuli dwiyanti
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) IX Jawa Barat Dwi Ratna Nurhajarini mengatakan bahwa festival angklung BPK IX telah menjadi acara yang dinantikan dan dihargai dalam kalangan komunitas seni dan masyarakat pada umumnya.

“Hal ini terbukti dari antusiasme penonton pada penyelenggaraan festival angklung yang dihadiri lebih dari 3000 peserta dan penonton dan acara malam harinya juga dipadati oleh penonton,” ungkap Ratna saat memberikan sambutan yang dibacakan Kabag/Kasubag Umum BPK IX Hendra Gunawan pada Pembukaan Pertunjukkan Angklung SOUND-A di Teater Tertutup Dago Tea House, Taman Budaya Jawa Barat, Jl. Bukit Dago Utara III 9, Dago, Kota Bandung, Kamis (16/11/2023) malam.

Acara yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Angklung Sedunia itu berlangsung sejak pagi hingga tengah malam itu diisi dengan pasanggiri dan lomba musik angklung yang diikuti 24 sekolah dasar, talk show dan pertunjukkan medley musik angklung orkestra tradisi dan kreasi.

Lebih lanjut dikatakan oleh Ratna, semua pencapaian ini memberikan gambaran positif tentang kontribusi BPK IX dalam pelestarian budaya melalui festival angklung, serta dampak positif yang dihasilkan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap seni tradisional Jawa Barat.

“Harapan untuk kolaborasi lebih lanjut di tahun 2024 antara Pemerintahan Pusat, Dinas Provinsi, Dinas Kota & Kabupaten dalam merayakan Hari Besar untuk Angklung adalah langkah yang sangat positif. Kolaborasi seperti itu dapat memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan untuk pelestarian seni tradisional, khususnya Angklung, sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia,” ujarnya.

Dengan keterlibatan pemerintahan dari berbagai tingkatan, kata Ratna, festival angklung dapat menjadi lebih terorganisir dan mendapatkan dukungan lebih besar dalam hal sumber daya, promosi, dan infrastruktur. “Ini juga dapat membantu menciptakan program yang lebih inklusif dan melibatkan partisipasi lebih banyak dari masyarakat luas, ” katanya.

Baca Juga :  Empat Skema Insentif bagi Petani dan Nelayan, Jaga Ketersediaan Bahan Pokok

Selain itu, ujar Ratna lebih lanjut, melibatkan pemerintahan daerah dari berbagai tingkatan juga dapat meningkatkan pengenalan angklung di tingkat lokal, menciptakan kesadaran tentang warisan budaya, dan mendorong rasa bangga di antara masyarakat setempat. Dengan demikian, pelestarian seni tradisional seperti angklung dapat menjadi lebih relevan danberkelanjutan di era modem ini.

“Semoga upaya kolaboratif ini tidak hanya memperkaya pengalaman budaya masyarakat setempat, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan seni Indonesia secara keseluruhan, ” katanya.

Semua pencapaian ini, kata Ratna, memberikan gambaran positif tentang kontribusi pemerintah dalam pelestarian budaya melalui festival angklung, serta dampak positif yang dihasilkan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap seni tradisional Jawa Barat.

Makin Diminati

Dijelaskan, pada tahun 2022, konsep Angklung Khatulistiwa (AKHU) menarik lebih dari 700-1000 peserta langsung. Hal ini menunjukkan bahwa festival ini terus berkembang dan semakin diminati oleh masyarakat

“Pertunjukan hari ini pada tahun 2023 juga menunjukkan partisipasi yang besar, khususnya dengan melibatkan 24 grup Angklung anak-anak SD, dengan total jumlah 1200 pesertapemain angklung. Jumlah penonton para orang tua hampir 1000 orang yang bergantianmenunjukkan bahwa festival ini terus mendapat dukungan luas dari masyarakat, ” katanya.

Selain itu, kehadiran sanggar-sanggar seni dan penonton sekitar 800 orang lebih pada malam ini, dan total hari ini lebih 3000 orang yang bermain, melihat, mendengar, menikmati kesenian angklung.

“Pertunjukan Angklung SOUND-A, yang merupakan pertunjukan hasil kreasi seni dari sanggar-sanggar terpilih di tahun 2023, dan berikutnya mungkin sanggar bpk/ibu sekalian yang hadir di gedung ini, ” pungkasnya.

Para Juara

Hasil Penilaian Festival Angklung
BPK IX Jabar 2023 dari juri Yadi Mulyadi, S.Pd, M.Sn. (Juri 1), Whayan Christiana, M.Sn. (Juri 2) dan Dr. Tony Setiawan, S.Pd., M.Sn. (Juri 3) yang diumumkan Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat kemarin adalah sebagai berikut :

Baca Juga :  Segera Dibangun, Rumah Pompa Kopo Citarip Gunakan Teknologi Sedot Lumpur

Juara Umum

Juara 1 SDN 234 Saluyu
Juara 2 SDN 201 Sukaluyu
Juara 3 SDN Karang Pawulang

Juara Harapan

Juara 4 SDN 222 Pasir Pogor
Juara 5 SDN O06 Buah Batu
Juara 6 SDN 008 Moch.Toha B

Best Kategori

Best Conductor SDN Pasir Pogor
Best Costume SDN Karang Pawulang

@uli

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jembatan Shirotol Mustaqim Sidoarjo Segera Dituntaskan Akhir Bulan Ini

Jum Nov 17 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor meminta prooyek pembangunan jembatan Shirotol Mustaqim segera tuntas. Setidaknya, jembatan yang menghubungkan Desa Klurak dan Desa Balongdowo itu dituntaskan akhir bulan ini. Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor, berharap pengerjaan jembatan bisa dikebut dan rampung akhir November. Kemudian bisa dibuka sepenuhnya untuk […]