Legislator Dukung Pengembangan Vaksin Gx-19N Kalbe Farma

Editor :
Rachel Maryam politikus Partai Gerindra, /net

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Anggota Komisi I DPR RI Rachel Maryam Sayidina mendukung pengembangan vaksin GX-19N oleh PT Kalbe Farma, Tbk bersama perusahaan asal Korea Selatan, Genexine, sebagai vaksin Covid-19 nasional. Menurutnya, dalam menyelesaikan pandemi Covid-19 ini tidak bisa hanya sekali vaksin, bahkan dilakukan berulang kali.

“Every year kita harus ulang (vaksinasi). Kalau kita ketergantungan dengan vaksin luar negeri, tentunya kita jadi ada uang negara yang keluar. Kalau kita bisa produksi dalam negeri, barang (vaksin) kita, uang kita berputar di sini,” ujar politisi Partai Gerindra itu saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke PT Kalbe Farma, Tbk di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (10/9/2021).

Dirinya melanjutkan, apabila vaksin GX-19N ini memungkinkan menjadi vaksin nasional, akan ada beberapa kendala yang dihadapi. Di antaranya izin masuk ke negara lain yang dibatasi dengan vaksin jenis tertentu. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada rendahnya antusias masyarakat dalam menggunakan vaksin tersebut, karena vaksin luar negeri dianggap jauh lebih praktis sebagai syarat untuk berkunjung ke negara lain.

Melihat kemungkinan tersebut, Rachel mengajak Komisi I untuk berupaya mendiplomasikan vaksin tersebut ke internasional, sehingga vaksin dari Indonesia dapat diterima secara global. “Jangan sampai kita punya vaksin sendiri tapi orang Indonesia tidak mau pakai vaksin milik kita sendiri karena mereka khawatir nggak bisa terbang ke negara lain dan memilih vaksin luar karena menganggap lebih mudah untuk travelling,” terang Rachel.

Diketahui, vaksin GX-19 yang berbasis DNA ini memiliki beberapa keunggulan, seperti vaksin yang dapat disimpan pada suhu tidak terlalu rendah, yakni 2-8 derajat celcius, memberikan perlindungan terhadap varian baru Covid-19, aman bagi masyarakat dengan sistem imun lemah, serta menghasilkan antibodi yang lebih tinggi.@mpa/dpr

Baca Juga :  Usum Merdéka (3)

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Survei FICO: Tiga dari Lima Konsumen Indonesia akan Berhenti Membuka Rekening Bank Lewat Internet Jika Prosesnya Terlalu Lama

Sen Sep 13 , 2021
Silahkan bagikan Pandemi telah mendorong pola pikir digital di sektor jasa keuangan di Indonesia Tiga dari lima konsumen Indonesia ingin menjawab 10 pertanyaan atau kurang, atau mereka akan berhenti membuka rekening 59% konsumen lebih cenderung membuka rekening secara digital ketimbang satu tahun lalu 27% masyarakat Indonesia menilai lembaga keuangan terlalu […]