Search
Close this search box.

Lelaki Paruh Baya Ditemukan Tewas Seorang Diri di Rumahnya

Petugas bersiap melakukan pemeriksaan jasad lelaki paruh baya di rumahnya./visi.news/ayi kuraesin

Bagikan :

VISI.NEWS – Seorang lelaki paruh baya berinisial MN (54) ditemukan tewas di rumahnya Kampung Pamipiran, Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (18/7) sore.

Lelaki itu tinggal sendirian di rumah tersebut. Istri bersama anaknya sedang mengunjungi orang tuanya di Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. Sehari-hari, MN tidak bekerja setelah usahanya bangkrut.

Korban ditemukan kerabatnya, Amas Sambas (45) warga Kampung Citeureup, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung. Ia merasa curiga karena korban tak berkunjung ke rumahnya padahal biasanya setiap hari datang.

Dikatakan, saat dirinya bertandang ke rumahanya dan memanggil nama korban beberapa kali, namun tak ada jawaban.

Karena penasaran, Amas pun mencoba mengintip dari loster ke dalam rumah. Terlihat korban sudah terlentang di atas kasur. Merasa curiga, Amas pun memutuskan memanggil temannya, Dais Sudrajat dan melapor ke Polsek Pagerageung.

“Saat ditemukan korban dalam posisi telentang di tempat tidur tanpa memakai baju,” ungkap Amas.

Dikatakan Amas, karena curiga, bersama petugas kepolisian mendobrak pintu rumah korban. Saat pintu terbuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia.

“Jasad korban ditemukan telentang di kasur, kondisinya sudah kaku,” ungkapnya.

Kapolsek Pagerageung, Iptu. Nandang mengatakan, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan kaku. Diduga korban sudah meninggal sekitar 4 sampai 5 jam lalu.

Guna memastikan penyebab kematiannya, maka dilakukan identifikasi oleh tim identifikasi Polres Kota Tasikmalaya bersama petugas medis dari Puskesmas Pagerageung.

“Karena mengingat kondisi saat ini, saat melakukan indentifikasi menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan,” ucap kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tanda-tanda penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.

Dari keterangan kerabatnya dan petugas Puskesmas Pagerageung, korban sedang dalam pengawasan dan pendampingan karena memiliki penyakit darah tinggi dan TB Paru.

Baca Juga :  Bazar Ramadhan 1447 Hijriah Kabupaten Bandung Digelar 5-8 Maret 2026

“Namun, selain mengonsumsi obat dari medis, diperoleh keterangan bahwa korban kerap mengonsunsi obat warung yang berlebihan,” tutur kapolsek lagi.

Dikatakan, diperkuat dari keterangan keluarga korban bahwa korban mempunyai riwayat penyakit TBC dan darah tinggi, juga dalam masa pengobatan di puskesmas.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pagerageung, H. Yoyo membenarkan bahwa korban selama ini sedang dalam pendampingan untuk pengobatan TB Paru dan darah tinggi. Korban rutin diberi obat meski harus diantar ke rumahnya.

Adapun terkait evakuasi menggunakan APD karena ini sebagai bagian dari protokol kesehatan Covid-19.

“Yang selanjutnya jasadnya diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan sebagaiman mestinya,” kata H. Yoyo. @akr

Baca Berita Menarik Lainnya :