Lemah Cai Panggil Nurani Masyarakat di Pilkada Berkualitas

Editor H. Dadang Risdal Aziz, H. Dadang Rusdiana, dan rekannya./visi.news/ki agus.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Lemah Cai memanggil nurani masyarakat untuk mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tanggal 9 Desember 2020 nanti, dengan harapan bisa menghasilkan pilkada berkualitas yang diinginkan semua pihak, serta menghasilkan prosesi suksesi estafet kepemimpinan di Kabupaten Bandung yang baik, jujur, bermartabat. Serta dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi akuntabilitas, kapabilitas, dan intergritas.

Tokoh politik yang juga Sekretaris DPD AMPI dan Ketua Jamparing Kab. Bandung, H. Dadang Risdal Aziz, mengatakan, Daftar Pemilih Sementara (DPS) mencapai 2.356.412 orang pemilih, terdiri 1.189.772 pemilih laki-laki, dan 1.166.640 pemilih perempuan. Dari 2.356.412 orang pemilih tersebut terdapat 21.559 pemilih yang dikategorikan pemula.

“Jumlah TPSnya sendiri berjumlah 6.874 buah yang tersebar di 270 desa, 10 kelurahan dan 31 kecamatan, yang diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar 139.93 miliar,” katanya via seluler, Senin (26/10/2020).

Dari hal tersebut diatas, lanjut dia, jelas pilkada Bab. Bandung ini merupakan salah satu pilkada terbesar diantara daerah lainya yang sama melaksanakannya. Baik dari jumlah pemilih, TPS dan anggaran tentunya sangat disayangkan jika menghasilkan pemimpin yg biasa- biasa saja.

Keberhasilan Bupati sebelumnya, disebutkan Dadang, memperbaiki infrastruktur dengan program betonisasi, membangun sapras olahraga standar internasional, iklim investasi yg kondusif dan terus meningkat, raihan penilaian BPK yang menyematkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)selama tiga tahun berturut. Tingkat korupsi yang minim, hingga raihan IPM 72,41, dan hal lainya tentu ini harus bisa dipertahankan atau mungkin harus ditingkatkan.

Dadang menilai tentu diantara 3 kontestan yang mengikuti pilkada di Kab. Bandung ini merupakan putra putri terbaik dan memiliki kemampuan cukup mumpuni. Tetapi menurut penilaian dan pengamatan serta pertimbangan dari berbagai segi, salah satu pasangan memiliki kombinasi yang pas dan klop, yakni pasangan NIa – Usman.

Baca Juga :  Golkar Minta Pasal Pers Dicabut dari RUU Ciptaker

Alsannya, Teh Nia yang sedari remaja sudah menjadi organisatoris dan aktifis juga politisi tentu sangat faham kondisi sosio ekonomi, geopolitik dan budaya lingkungan ditunjang oleh sosok Usman Sayogi sebagai birokrat murni. Merintis karir panjang sebagai PNS dari bawah, bekerja di lapangan hingga menduduki kepala di beberapa dinas. Hal ini tentu lebih mengetahui seluk beluk kelebihan dan kekurangan sisi birokrasi kepemerintahan.

“Dari penilaian dan pertimbangan objektif yang ada tersebut kami berkeyakinan bahwa pasangan Nia- Usman, bisa melanjutkan keberhasilan pembangunan yg telah diraih Bupati sebelumnya dan menambal serta memperbaiki kekurangannya,” ujarnya.

Bahkan dalam beberapa diskusi singkat dengan tokoh-tokoh Kabupaten Bandung, jauh hari sebelum pencalonan pun, diakui Dadang, seperti salah satunya dengan H. Dadang Rusdiana, yang telah malang melintang dalam dunia organisasi, aktifis dan anggota parlemen pusat. Ditegaskannya, bahwa Kabupaten Bandung memerlukan sosok pemimpin yang cerdas, cekatan, tegas tapi merakyat dan mau mendengar serta memahami segala persoalan yang ada. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kang DS Ksatria Berkeinginan Membangun Menuju Kesejahteraan Masyarakat

Sen Okt 26 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Ksatria putera daerah, H. Dadang Supriatna (Kang DS), berlaga dengan keinginan membangun potensi daerah melalui peningkatan sumber daya manusia yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan rasa kebersamaan, kegotongroyongan, kekeluargaan, dan rasa satu kesatuan untuk bersatu padu menuju kesejahteraan. Seperti dikatakan Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) nomer 3, yang […]