Search
Close this search box.

Letda Fauzy Gugur Ditembak OPM, TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). /net

Bagikan :

VISI.NEWS | JAYAPURA – Kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan dua anggota TNI di dua lokasi berbeda di wilayah Papua pada Sabtu (11/10). Insiden tersebut menewaskan Letda Fauzy A dari Yonif 733/AVT dan Praka Amin Nurohman dari Yonif 403/Wirasada Pratista.

Dalam keterangan resmi yang dirilis Minggu (12/10), TPNPB menyebut aksi pertama dilakukan oleh pasukan Kodap XV Ngalum Kupel di wilayah Kiwirok, Pegunungan Bintang. Dalam serangan itu, Letda Fauzy A dilaporkan tewas akibat tembakan. Kelompok tersebut menyebut serangan sebagai bentuk balasan atas operasi udara TNI menggunakan pesawat tempur Super Tucano.

TPNPB menuding TNI telah menjatuhkan bom jenis MK-81 dan MK-82 di kawasan pemukiman warga sipil di Pegunungan Bintang. “Serangan kami adalah respon terhadap tindakan militer Indonesia yang menggunakan bom di area sipil,” tulis pernyataan resmi TPNPB.

Selain di Kiwirok, kelompok bersenjata yang menamakan diri Kodap IV Sorong Raya juga mengaku menembak mati satu anggota TNI lainnya, Praka Amin Nurohman. Aksi tersebut terjadi di wilayah Sorong Raya, Papua Barat.

Dalam penyerangan itu, TPNPB mengklaim berhasil merebut satu pucuk senjata laras panjang milik aparat militer Indonesia. “Satu senjata laras panjang hasil perampasan sudah menjadi aset TPNPB Kodap IV Sorong Raya,” ujar juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam siaran persnya.

Sebby juga mengimbau pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI, agar tidak melakukan serangan balasan menggunakan pesawat tempur atau drone di wilayah yang berdekatan dengan permukiman warga.

Ia menegaskan seluruh aksi penembakan dan perampasan senjata di Papua menjadi tanggung jawab pihaknya. “Kami siap menanggung konsekuensi dari seluruh operasi militer kami di lapangan,” kata Sebby.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Selasa 3 Maret 2026

Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim TPNPB tersebut. Namun, aparat keamanan dilaporkan tengah memperketat patroli dan memverifikasi lokasi kejadian guna memastikan situasi keamanan di wilayah Pegunungan Bintang dan Sorong Raya.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :