VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lia Istifhama menyoroti peran generasi muda, khususnya Gen Z, dalam dinamika demokrasi dan kehidupan berbangsa. Menurutnya, Gen Z memiliki karakter yang sangat cepat dalam menyerap isu-isu yang berkembang di media sosial.
“Saya sering turun langsung ke kalangan Gen Z, mereka sangat cepat menerima sesuatu yang digulirkan di media sosial. Inilah yang menjadi tantangan kita bersama,” ujar Lia dalam sebuah diskusi publik, Selasa (19/8/2025).
Fenomena Bendera One Piece dan Ekspresi Kreatif
Lia mencontohkan fenomena penggunaan bendera anime One Piece yang sempat ramai di kalangan anak muda pada momen peringatan HUT ke-80 RI. Menurutnya, kreativitas dan kebebasan berekspresi memang hal yang wajar, namun harus ditempatkan pada momen yang tepat.
“Kalau bicara kreativitas, itu wajar, bagian dari freedom of expression. Tapi ketika peringatan 17 Agustus, seharusnya yang dikibarkan tetap bendera merah putih,” jelasnya.
Kritik Kebijakan Pemblokiran Dana
Selain soal ekspresi anak muda, Lia juga menyinggung kebijakan pemblokiran dana masyarakat terkait upaya pencegahan pencucian uang. Ia menilai aturan yang berlaku terlalu menyamaratakan, sehingga berpotensi merugikan masyarakat kecil.
“Seharusnya ada batas minimal. Jangan sampai uang Rp 200 ribu yang mereka tabung ikut terblokir. Lebih logis jika pemblokiran diberlakukan mulai dari Rp 100 juta ke atas,” tegasnya.
Era Media Sosial dan Marwah Konstitusi
Lia menekankan bahwa di era media sosial, tantangan terbesar adalah ketiadaan lembaga pengawas seperti KPI di ranah televisi. Hal ini membuat filtering informasi di kalangan Gen Z menjadi lebih sulit.
“Ini cara kita menjaga marwah konstitusi. Bukan hanya soal kebebasan berekspresi, tapi juga bagaimana demokrasi berjalan sehat di era digital,” ujarnya.
Pentingnya PPHN untuk Pembangunan Nasional
Sebagai anggota DPD RI, Lia turut menegaskan pentingnya keberadaan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) agar pembangunan jangka panjang tidak terhenti hanya karena pergantian pemerintahan.
“PPHN sangat penting supaya proyek-proyek strategis nasional tidak mangkrak. Ini bentuk menjaga marwah konstitusi dan keberlanjutan pembangunan,” kata Lia.
Menurutnya, dalam perumusan PPHN, kelompok strategis termasuk anak muda harus dilibatkan agar kebijakan lebih inklusif dan berkelanjutan. @givary