VISI.NEWS | JAKARTA – Memanasnya situasi geopolitik pasca wafatnya Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada (1/3/2026), mendorong perhatian publik hingga politisi nasional. Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menekankan pentingnya penguatan ketahanan bangsa dari dalam negeri, termasuk melalui ekonomi berbasis masyarakat.
Dalam pernyataannya pada (2–3/3/2026), Lia menyampaikan keprihatinan sekaligus penghormatan terhadap pemimpin agama tersebut. Ia menegaskan bahwa gejolak global bukan fenomena baru, melainkan konsekuensi dari perbedaan kepentingan antarbangsa sepanjang sejarah peradaban.
“Peradaban dunia selalu diwarnai keragaman dan dinamika sosial yang berpotensi menimbulkan konflik. Fokus kita harus membangun kekuatan dari dalam, agar Indonesia tetap kokoh,” ujar Lia melalui keterangan yang diterima, Selasa (3/3/2026).
Senator perempuan dengan suara nasional terbesar itu menekankan kemandirian ekonomi masyarakat sebagai pilar utama ketahanan nasional. Menurut Lia, UMKM dan koperasi desa dapat membangun kesejahteraan keluarga dan memperkuat struktur sosial, sehingga stabilitas nasional terbentuk dari unit terkecil masyarakat.
“Ketika ekonomi keluarga kuat, bangsa ini juga kuat. Koperasi desa menjadi fondasi penting untuk memastikan masyarakat produktif dan mandiri menghadapi tekanan global,” tegas Lia pada Senin (2/3/2026). Ia menyoroti Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen strategis yang menghubungkan kearifan lokal dengan sistem ekonomi produktif dan solidaritas sosial.
Selain ekonomi, Lia mendukung penguatan pertahanan negara berbasis wilayah yang digagas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sinergi antara kemandirian ekonomi rakyat dan sistem pertahanan lokal diyakini mampu menciptakan perlindungan negara yang komprehensif.
“Pertahanan negara harus tumbuh dari daerah, melibatkan potensi lokal. Ketika ekonomi rakyat kuat dan pertahanan kokoh, daya tahan Indonesia menghadapi dinamika global tinggi,” jelasnya.
Lia menegaskan, meski dampak situasi global tidak bisa dihindari, Indonesia memiliki modal besar berupa kearifan lokal, gotong royong, dan potensi sosial yang dapat menjadi tameng nasional. Dengan penguatan koperasi desa, UMKM, serta pertahanan wilayah, ia optimistis bangsa tetap stabil dan masyarakat sejahtera.
“Ketahanan bangsa bukan sekadar menghadapi ancaman luar, tetapi memastikan rakyat hidup aman, sejahtera, dan mandiri,” pungkasnya. @givary