Logo Bandung Bedas Bertransformasi, Gagasan Bupati Kang DS Jadi Inspirasi

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Calon Bupati Bandung petahana Dadang Supriatna me-launching logo baru Bandung Bedas, Jelang Pilkada Kabupaten Bandung pada 27 November 2024.

Peluncuran logo baru Bedas dilakukan saat Temu Kangen dan Deklarasi Relawan Bedas, di Lio Bata Sapan DS, Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Rabu (19/6/2024).

Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS mengatakan logo Bedas kini bertransformasi sehingga semangatnya pun tampak lebih dinamis, lebih segar, dan lebih modern.

“Logo Bandung Bedas hadir untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di Kabupaten Bandung. Nah, sekarang kita harus berangkat dari zona nyaman, harus bekerja keras lagi. Sehingga apa yang belum kita lakukan di periode pertama, maka akan dilakukan di periode kedua tau di masa yang akan datang,” ungkap Kang DS di hadapan ribuan relawan yang hadir.

Logo baru ini kini sudah mulai disosialisasikan oleh Tim Pemenangan Cabup Petahana Dadang Supriatna atau Kang DS.

Desainer logo Bandung Bedas Visia Visual Creative Agency, Onil menjelaskan makna dari logo Bandung Bedas yang baru tampak yang lebih dinamis, sesuai perkembangan demografi pemilih serta dinamika kepemimpinan Kang DS selama 3 tahun sebelumnya.

Dari yang semula logo pertama di Pilkada Kabupaten Bandung 2020, logo Bandung Bedas merupakan tanda kutip (“) atau chat bubble berwarna merah vibrant, yang di dalamnya tertulis nama Bandung Bedas.

“Kini logo chat bubble yang tadinya tanda kutipnya satu arah, sekarang jadi saling berhadapan bubble chat-nya. Ini menyimbolkan “testimoni rakyat”, terkait keberhasilan dan prestasi Bupati Bedas selama memimpin Kabupaten Bandung,” terang Onil.

Tulisan Bandung Bedas yang tadinya dipasang di dalam chat bubble, kini dipasang di luar chat bubble dengan tulisan Bandung Bedas! memakai tanda seru.

Baca Juga :  Bank Asing Hengkang dari Indonesia, Ini Alasan dan Dampaknya

“Arti logo baru Bedas ini filosofisnya, sekarang kan Pak Bupati Bandung akan lebih banyak mendengar, melayani, lebih menampung aspirasi masyarakat, bahkan membuka ruang utk berdialog langsung dua arah. Yang salah satunya itu terimplementasikan dalam Program Pak Bupati seperti Rembug Bedas, Bunga Desa, dan Jumat Keliling,” tutur Onil.

Karena itu tanda kutipnya pun lebih luas atau lebih panjang, dengan arti lebih mendengar dan lebih berkolaborasi, untuk Bandung yang lebih maju, lebih sejahtera dan lebih bedas!

Logo baru Bedas, juga mempertimbangkan secara demografi pemilih di tahun 2024 ini ada perubahan di mana pada tahun 2019 ada generasi milenial, sekarang ada Generasi Z.

Selain itu juga logo Bedas awal atau yang dulu, mengartikan pencalonan Kang DS ketika itu sebagai representasi suara rakyat, karena Kang DS sendiri memulai karirnya sejak dari bawah mulai dari aktivis Karang Taruna, Ketua RW, kepala desa, anggota DPRD Kabupaten Bandung, anggota DPRD Jawa Barat, sampai akhirnya menjadi Bupati Bandung.

“Maka kita perlu “refreshment” secara visual pada logonya,” tandas Onil didampingi Fauzan Adiman Ramadan, rekan satu timnya.

Secara visi atau pesan menurut Onil juga ada sedikit perubahan. Dari yang tadinya mengenalkan sosok Kang DS dengan visi perubahannya yaitu BEDAS (Bangkit. Edukatif, Dinamis. Agamis dan Se), sekarang pesan yg ingin disampaikan adalah “Melanjutkan Semangat Perubahan untuk Bandung yang Lebih Bedas!”.

Lantas siapakah pencipta logo Bandung Bedas baik logo pertama maupun logo kedua ini?

“Kalau secara desain saya yang buat. Tapi kalau ide gagasannya mah, juga visi atau pesan yang ingin disampaikan, itu semua dari Pak Bupati dan Fauzan. Kebetulan saya satu tim sama Fauzan sebagai desainer,” papar Onil.

Baca Juga :  Masukan untuk KPU agar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Gunakan Kearifan Lokal

Dengan demikian, ungkap Onil, bisa dikonklusikan ide gagasan logo dari hasil kolaborasi antara Kang DS, Tim dari Fauzan Adiman Ramadan yang juga putra sulung Bupati Bandung Kang DS, dan Onil sebagai desainer.

Dari ide dan gagasan Bupati Bandung Kang DS itulah, Onil menterjemahkan ke dalam bentuk visual logo dan visual identity (font, warna, supergraphic), dengan filosofi yang menyertainya.

Warna hijau tua dalam desain, merepresentasikan Kabupaten Bandung yang subur dan landscape alamnya yang hijau. Kemudian warna hijau mudanya, untuk memberikan kesan modern sebagai representasi dari “dinamis”. Sedangkan warna merahnya mewakili karakter Kang DS yang Bedas!.

“Chat bubble yang didesain miring ke atas, menandakan menuju perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.
@gvr

Shinta Dewi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Langkah Strategis PDIP: Yudha Puja Turnawan Siap Maju di Pilkada Garut 2024

Rab Jun 19 , 2024
Silahkan bagikan VISI.NEWS | GARUT – Dalam dinamika politik yang semakin menghangat menjelang Pilkada Garut 2024, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah membuat langkah strategis dengan menugaskan Ketua DPC PDIP Garut, Yudha Puja Turnawan, untuk maju dalam kontestasi tersebut. Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers yang dihadiri oleh para petinggi […]