Lokasi Pariwisata di Kabupaten Bandung akan Dibuka Bertahap

Editor :
Reporter VISI.NEWS, Apih Igun, berfoto di Kawah Putih, salah satu lokasi pariwisata favorit di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belum lama ini./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Masa pandemi Covid-19 yang masih memasuki pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tentu belum membahagiakan sejumlah pengelola wisata, hotel, dan restoran di Jawa Barat. Apalagi Ridwan Kamil Gubernur Jabar menegaskan agar lokasi wisata tidak dibuka sebelum ada perintah dan surat resmi dari Provinsi Jabar tersebut.

Dengan demikian, rencana dibukanya lokasi wisata di Kabupaten Bandung mulai tanggal 6 Juni, sepertinya masih isapan jempol. Artinya belum akan dilakukan sepenuhnya karena surat dari Gubernur tidak mengizinkannya. Selain itu, Kabupaten Bandung termasuk ke dalam kota dan kabupaten yang PSBB-nya diperpanjang hingga 12 Juni.

Meski demikian, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Bandung telah melakukan komunikasi dengan pengusaha pariwisata, baik hotel, wisata, maupun rumah makan.

Hal itu diungkapkan Kepala Disparbud Kab. Bandug, H Yosef Nugraha, kepada wartawan baru- baru ini.

Menurut H Yosef, semua pengusaha mengaku siap untuk membuka lokasi wisatanya dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita akui lokasi pariwisata di Kabupaten Bandung mengalami penurunan drastis setelah pandemi Covis-19. Sejumlah pengusaha malah sudah ada yang hampir gulung tikar. Makanya parah sekali kan. Selain itu banyak karyawan yang sudah dirumahkan,” katanya.

Yosef menjelaskan, sejumlah rencana tetkait dengan dibukanya lokasi, sudah dipersiapkan. Tahapan rencana terkait pemulihan ekonomi sektor pariwisata akan dimulai dari sosialisasi, simulasi, pembukaan terbatas, dan pembukaan tanpa batas.

“Khusus terkait pembukaan terbatas atau bertahap, masih perlu penggodokan. Bapak Bupati yang nantinya dapat memutuskan. Apakah kapasitas pengunjung akan dibatasi berapa persennya, tergantung nanti kebijakan daerah,” terangnya.

Dia mengatakan persentasenya bisa 30 persen, bagaimana Bupati Bandung keputusannya.

“Apabila berhasil, kita akan buka tanpa batas,” tanbahnya.

Pada saat pihaknya menyelesaikan standar operasional prosedur terkait protokol kesehatan di tempat wisata, Yosef juga menyarani para pengusaha agar membuat inovasi terkait teknis protokol kesehatan.

“Kita pun meminta pengusaha wisata agar memiliki protokol sendiri. Ada standar prosedur yang mereka pakai, tapi berpedoman kepada protokol kesehatan yang umum,” sarannya. @pih

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jabar – DKI Jakarta - Banten – Pusat Tandatangan Kerja Sama Tanggulangi Bencana Jabodetabekpunjur 

Rab Jun 3 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS– Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, turut menandatangani naskah kesepakatan bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jabodetabekpunjur (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur) tahun 2020 – 2024. Selain Gubernur Jabar, penandatanganan dokumen secara virtual melalui aplikasi Ruang Kerja pada Selasa (2/6/20), juga melibatkan Menteri Dalam Negeri, Menteri PUPR, Menteri Agraria dan Tara Ruang/ […]