Long Weekend, Polda Jateng Larang Semua Kendaraan Berat Masuk Tol

Editor :
Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K bersama Dirlantas Kombes Pol M. Rudy Syafirudin saat melakukan pemantauan di Exit Tol Kalikungkung./visi.news/suroto anto saputro

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kepadatan arus kendaraan lalu lintas yang melintas di tol Semarang-Batang sudah mulai terasa pada masa liburan panjang di akhir Oktober 2020 ini, Kamis (29/10/2020).

Pantauan VISI.NEWS  di lokasi, kondisi tersebut nampak dari jumlah kendaraan yang melintas meningkat dari sebelumnya, salah satunya seperti yang terlihat dari jembatan ruas tol di Desa Magelung, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah (Jateng).

Dari pantauan, kendaraan yang melintas dari arah Barat pelat nomor kendaraan kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan daerah lainnya. Sebab, waktu libur panjang ini cukup panjang, yakni selama lima hari. Bersamaan dengan hari libur nasional Peringatan Maulid Nabi SAW dan cuti bersama sejak Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11) ternyata juga dimanfaatkan untuk pulang kampung. Apalagi karena pergerakan warga sempat tertunda dengan adanya larangan mudik Lebaran 2020.

Mengantisipasi adanya lonjakan arus lalu lintas (lalin), kendaraan berat tidak diperbolehkan melintas jalan tol. Kendaraan berat akan dialihkan ke jalan pantura.

“Kendaraan berat kami keluarkan ke jalur Pantura. Jadi yang melintas di Pantura rata-rata kendaraan berat,” ujar Dirlantas.

Dirlantas mengatakan, kepolisian tidak melakukan penindakan terhadap kendaraan yang masih melintas di jalan tol. Pemberlakuan kendaraan berat tidak boleh masuk tol sejak (27/10) kemarin hingga (29/10).

“Besok sudah mulai diperbolehkan truk masuk tol. Truk kembali tidak boleh masuk tol pada (30/10),” jelasnya.

Ia telah menempatkan personil untuk bersiaga menghalau dan mengeluarkan kendaraan berat yang masih melintas di jalan tol.

“Jadi mau ketemu dimanapun kendaraan berat melintas di jalan tol akan kami keluarkan,” tukasnya

Sementara itu, di Jalan Pantura Batang-Kendal, sejumlah kendaraan berplat nomor luar Jateng mulai memadati gerbang tol maupun ruas jalur Pantura.

Baca Juga :  Pemkab Garut Diminta Siapkan Skenario Vaksin Mandiri

Di gerbang tol Kalikangkung yang terletak di perbatasan Kabupaten Batang dan Kendal juga mulai nampak kepadatan arus kendaraan.

Selain truk, dan bus, mayoritas jalan Pantura Batang-Kendal dipadati oleh kendaraan pribadi. Beberapa nampak keluar dari gerbang tol Kalikangkung untuk mencari tempat istirahat, dan singgah ke sejumlah tempat makan.

Sejumlah pengguna jalan yang keluar dari gerbang tol Kalikangkung mengaku sengaja mengisi waktu libur dengan mengunjungi saudara di wilayah Jateng.

“Saya dari Cirebon mau ke Solo, karena esok hari libur panjang jadi saya manfaatkan untuk berkunjung ke keluarga,” paparnya Sholeh di rumah makan sekitar gerbang tol Kalikangkung.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan perjalanan ia bersama keluarga sudah mengikuti rapid test.

“Buat jaga-jaga, dan memastikan kalau anggota keluarga tidak ada yang terpapar Covid-19.”

“Kalau tidak ada bekal kesehatan saya juga tidak berani mengunjungi keluarga di Solo,” imbuhnya.

Seorang warga Kaliwungu, Hani mengatakan, peningkatan jumlah kendaraan terjadi dengan terlihatnya kendaaan yang melintas di jalan-jalan dengan nomor kendaraan luar kota, seperti Surabaya, Bandung, dan Solo.

“Waktu libur ini juga digunakan untuk menengok keluarga di kampung. Kapan lagi ada waktu libur kalau enggak dipakai untuk menyambung silaturahmi dengan keluarga dan sanak famili,” imbuh dia.

Ditlantas Polda Jateng memperkirakan adanya peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di wilayah Jawa Tengah pada libur panjang akhir Oktober 2020 ini, yakni sebesar 40 persen.@anto

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolsek Batang Kota Cek Lokasi Pohon Tumbang

Kam Okt 29 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sebuah pohon Randu besar yang terletak dibelakang Balai Desa Denasri Wetan tumbang. Menurut warga sekitar, pohon randu yang tumbang tersebut sudah berumur ratusan tahun, dan ada beberapa warga yang menganggap pohon randu tersebut keramat karena usianya. Kapolsek Batang Kota Polres Batang AKP Sukamto membenarkan adanya pohon randu tumbang. […]