VISI.NEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan akan merelokasi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Keputusan tersebut diambil setelah Dedi meninjau langsung lokasi bencana dan menilai kawasan tersebut tidak lagi aman untuk dihuni.
Dari hasil pantauannya, Dedi Mulyadi menyoroti kondisi lingkungan sekitar yang didominasi tanaman sayuran di wilayah perbukitan. Menurutnya, pola tanam tersebut sangat rentan memicu longsor, terutama saat curah hujan tinggi, sehingga membahayakan keselamatan warga yang tinggal di sekitarnya.
“Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi,” ujar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM saat berada di lokasi longsor. Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Sebagai langkah awal, Pemprov Jawa Barat meminta para penyintas untuk mengontrak rumah sementara selama dua bulan. Pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah sekaligus menopang kebutuhan hidup sehari-hari selama masa darurat.
Selain itu, Pemprov Jabar juga memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia. Setiap kepala keluarga korban longsor akan menerima bantuan duka sebesar Rp25 juta sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah.
Saat ini, lanjut KDM, fokus utama pemerintah adalah pencarian korban yang masih tertimbun longsor serta pemulihan lingkungan di lokasi bencana. Proses pencarian dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas, dan para relawan.
Di tengah suasana duka tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut meninjau langsung lokasi longsor pada Minggu (25/1/2026). Di hadapan para penyintas, Gibran menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan negara hadir dalam penanganan bencana ini.
“Saya mohon maaf, tim sudah terjun ke lapangan. Kita doakan tim yang di lapangan dapat bekerja dengan baik,” ujar Gibran. Ia menekankan agar seluruh unsur Forkopimda dan aparat terkait melakukan pendampingan intensif dan tidak meninggalkan warga sendirian.
Gibran juga memberi perhatian khusus pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan. Ia meminta kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta penyandang disabilitas, mendapat prioritas penanganan.
Berdasarkan data sementara hingga Minggu siang, longsor di Cisarua telah menewaskan 11 orang dan 23 warga berhasil diselamatkan. Namun, sekitar 79 orang masih dinyatakan hilang, dengan total warga terdampak mencapai lebih dari 100 orang dari 37 kepala keluarga, serta sekitar 20 rumah hancur tertimbun material longsor.
@uli