VISI.NEWS | SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (28/12/2025) memicu tanah longsor yang merusak beberapa rumah dan mengancam puluhan rumah lainnya. Selain itu, hujan juga menyebabkan sungai meluap hingga memutus sejumlah jembatan penghubung antar kampung.
Rumah yang rusak diterjang tanah longsor berada di Kampung Karikil sebanyak satu unit sedangkan 35 rumah lainnya terancam.
Dari hasil pendataan terkini, selain di Kampung Karikil, rumah rusak juga terjadi di Kampung Citapen dan Kampung Tanggeung.
“Di Kampung Citapen ada tiga rumah, dengan rincian satu rusak sedang dan yang duanya rusak ringan. Terus ada lagi di kampung Tanggeung tiga rumah dengan kategori kerusakan rusak ringan,” kata Sekretaris Desa Bojongsari Ujang kepada visi.news, Kamis (1/1/2026).
Dia menuturkan hujan deras telah mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu siang. Di hari itu, sekitar pukul 15.30 WIB, longsor terjadi.
Bersamaan dengan terjadinya longsor, hujan deras menyebabkan sungai yang mengalir di sekitar kampung meluap hingga robohkan sejumlah jembatan kecil yang menjadi akses warga Kampung Cigadog menuju Kampung Karikil.
Selain itu, Jembatan Cimerak yang menghubungkan Kampung Karikil dan Kampung Cigadog menuju kampung Cimerak dan Lebakmuncang, putus setelah tersapu luapan sungai. Jembatan tersebut merupakan akses vital warga karena menghubungkan ke ruas jalan kabupaten.
Tidak hanya Jembatan Cimerak, jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Karikil dengan Kampung Nangerang, Desa Bojongkalong, juga lenyap diterjang luapan sungai.
Terkait jembatan yang putus, warga dibantu kepolisian gotong royong untuk membangun jembatan darurat. “Kalau yang di Cimerak itu sementara jembatannya dialihkan supaya orang bisa lewat, kegiatannya sama polisi,” pungkas Ujang. @andri












