Ma Amah Menanti Uluran Tangan Pemerintah Maupun Agnia untuk Membantu Memperbaiki Rumahnya

Rumah tidak layak huni (rutilahu) Ma Amah (74 tahun) salah seorang warga jompo seorang diri di Kampung Bingkur RT 01/RW 08 Desa Karangtunggal, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung./visi.news/budimantara.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Ketua DPC LSM Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK) Kabupaten Bandung Cep Kartiwa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bandung dan Provinsi Jabar untuk memperhatikan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ditempati Ma Amah (74) salah seorang warga jompo di Kampung Bingkur RT 01/RW 08, Desa Karangtunggal, Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung.

Ma Amah yang hidup seorang diri diketahui dari keluarga miskin yang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun para agnia atau donatur.

“Untuk mendapatkan perhatian dari Pemkab Bandung dan Provinsi Jabar, saya secara visual sempat merekam kondisi di dalam rumah Ma Amah, kemudian videonya diposting ke grup WhatsApp Visi Inohong Bandung pada Minggu 28 Juni 2020 pukul 13.55 WIB,” kata Cep Kartiwa kepada wartawan di Majalaya Kabupaten Bandung, Senin (29/6) malam.

Menurut Cep Kartiwa, memposting video kondisi rumah Ma Amah itu dengan harapan mendapatkan perhatian dari para agnia atau donatur, selain dari pemerintah terkait. Dengan harapan negara hadir dalam upaya membantu kondisi ekonomi ekonomi lansia tersebut.

“Soalnya, setelah saya pantau sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang ini, Ma Amah belum mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam program perbaikan rumah tidak layak huni,” kata Cep Kartiwa.

Bahkan untuk mendapatkan program bantuan dari pemerintah itu, ia sempat membantu lansia itu untuk membuatkan identitas kependudukan berupa kartu keluarga dan e-KTP beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya, Ma Amah tidak memiliki e-KTP. Bahkan membantu membuat kartu identitas Ma Amah itu, setelah koordinasi dengan pihak lain untuk sama-sama membantu mengurus pembuatan e-KTP. Alhamdulillah, akhirnya Ma Amah memiliki kartu identitas kependudukan,” katanya.

Cep Kartiwa menuturkan, melihat kondisi rumah Ma Amah tersebut sangat memprihatinkan dan perlu bantuan. Selain kondisi bangunannya sudah tua, juga bagian dindingnya yang terbuat dari bilik bambu sudah terlihat lusuh termakan usia dan lantai rumahnya terbuat dari papan kayu.

“Saya berharap, perbaikan rumah Ma Amah itu dari dana corporate social responsibility (CSR), selain dari anggaran program rumah tidak layak huni yang digulirkan dari pemerintah,” sebutnya.

Dampak dari postingan video kondisi rumah Ma Amah melalui media sosial yang dilakukan Cep Kartiwa itu, sempat menjadi perhatian sejumlah pihak yang turut peduli memberikan bantuan sosial. Di antaranya, ada pihak yang membantu Ma Amah dalam bentuk uang tunai maupun sembako untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan jajaran Pemerintah Desa Karangtunggal dan Muspika Paseh pun turut menyikapinya, dengan harapan permasalahan sosial ekonomi yang dialami Ma Amah segera bisa diselesaikan.

“Memang dalam beberapa tahun terakhir ini, kami dari DPC Lidik Kabupaten Bandung terus memantau perkembangan sosial ekononi masyarakat, khususnya kondisi warga miskin yang rumahnya (rutilahu) belum diperbaiki pemerintah maupun para agnia. Bahkan kondisi rumah Ma Amah, sebelum menjadi pembahasan di kalangan pemerintah sempat disampaikan kepada sejumlah pihak, namun belum ada respons. Baru kali ini setelah saya memposting video kondisi rumah Ma Amah itu ada respons dan reaksi dari berbagai pihak. Semoga apa yang menjadi harapan Ma Amah untuk memperbaiki rumahnya segera terealisasi dan mendapat perhatian dari berbagai pihak,” paparnya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wabup Garut Sesalkan Warganya Gunakan Surat Keterangan Hasil Rapid Test Palsu

Sel Jun 30 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Adanya 12 warga Garut yang kedapatan menggunakan surat keterangan hasil rapid test palsu saat berlibur di Pantai Pangandaran cukup mengejutkan pihak Pemkab Garut, Jawa Barat. Wakil Bupati (Wabup) Garut, Helmi Budiman pun mengaku sangat menyesalkan hal itu. Diakui Helmi, dirinya baru mendengar berita 12 warga Garut […]