– “Korban terus memelas, pelaku bukannya merasa iba, tetapi amarahnya kian memuncak. Dengan emosional, pelaku mendorong tubuh korban dan kemudian mencekiknya hingga tewas.”
VISI.NEWS – Tragis nasib yang dialami NF (17), warga Kampung Maleer RT 02/RW 14, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia tewas di tangan suaminya sendiri, SS (20), setelah mengalami penganiayaan saat tengah mabuk.
Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng didampingi Plh Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat, menyebutkan peristiwa nahas menimpa NF terjadi Rabu (22/7) pukul 01.30
di rumah mereka, kawasan Kampung Maleer, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.
Dikatakan, berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun petugas di lapangan, sebelumnya antara pelaku dan korban yang merupakan pasangan suami istri, sempat terjadi cekcok.
Saat itu, keduanya diketahui dalam kondisi mabuk menenggak alkohol 70 persen dicampur dengan minuman energi.
“Benar, telah terjadi kasus penganiayaan oleh suami terhadap istrinya, menyebabkan meninggal dunia. Diduga peyebabnya akibat kahabisan napas setelah dicekik pelaku,” ujar Maradona, Rabu (22/7).
Dalam peristiwa ini, tutur Maradona, pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan keterangan, mereka sempat melihat pelaku dan korban membeli minuman keras, Selasa (21/7) malam.
Pada malam yang sama, sekitar pukul 21.30 WIB, keduanya kemudian bersama-sama menenggak minuman keras alkohol 70 persen, dicampur dengan minuman energi sehingga keduanya mabuk.
Beberapa jam kemudian, saksi mendengar percekcokan antara korban dan pelaku.
“Tak lama kemudian, saksi mendengar suara tangisan korban. Kemudian pelaku saat itu mengatakan akan menceraikan korban, tetapi korban tak mau,” katanya.
Maradona mengungkapkan, korban yang tak mau diceraikan oleh pelaku terus membujuk korban untuk tidak menceraikannya. Bahkan saat itu korban sempat memeluk pelaku sambil memelas agar tak diceraikan.
Namun melihat korban yang terus memelas, pelaku bukannya merasa iba, tetapi amarahnya malah kian memuncak. Dengan emosional, pelaku mendorong tubuh korban dan kemudian mencekiknya hingga tewas.
Menurut Maradona, warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan laporan ke Mapolsek Banyuresmi. Tak lama kemudian, sejumlah petugas datang ke lokasi dan mengamankan pelaku.
“Pelaku dibawa ke Mapolres Garut dan masih menjalani pemeriksaan. Pelaku merupakan warga Kampung Mulyasari RT 03/RW 06, Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi bekerja sebagai buruh,” ucap Maradona.
Sementara itu, Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Iwan Ridwan, membenarkan ada salah seorang warganya yang menjadi korban penganiayaan dilakukan suaminya hingga tewas.
Namun menurutnya, secara administrasi, lokasi kejadian tidak termasuk dalam wilayah Desa Sukasenang, tetapi masuk wilayah Desa Jati, Kecamatan Tarogongkaler.
“Kalau korbannya memang merupakan warga Desa Sukasenang, tepatnya warga Kampung Maleer. Namun lokasi kejadian berada di wilayah Desa Jati, Kecamatan Tarogongkaler,” kata Iwan.
Di mata warga dan keluarganya, tambah Iwan, korban dikenal sebagai seorang yang berperilaku baik dan sopan.
” Di mata warga, korban dikenal sebagai seorang yang berkepribdian baik dan sopan sehingga banyak warga yang tak percaya kalau saat itu korban dalam kondisi mabuk,” jelas Iwan.@zhr