Mahasiswa UNS Ciptakan Senam Irama Adaptif Khusus bagi Penyandang Tunanetra

Editor :
Mahasiswa yang tergabung dalam tim penciptaan senam irama adaptif untuk penyandang disabilitas memeragakan gerakan senam sederhana./visi.news/tok suwarto.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sebanyak 6 orang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang berasal dari beberapa program studi, berkolaborasi menciptakan senam irama adaptif khusus untuk penyandang disabilitas tunanetra.

Keenam mahasiswa tersebut, yaitu Rahmat Subroto dari Program Pendidikan (Prodi) Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga, Lusi Hikmawati (Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian), Tri Lestari (Prodi Pendidikan Seni Rupa), Riska Fatmawati dan Nanda Dewi (Prodi Pendidikan Luar Biasa), serta Yochidamai Akhsanitakwim (Prodi Biologi).

Mereka menciptakan senam khusus untuk memenuhi kebutuhan tunanetra yang mendukung aktivitas fisik saat berolahraga.

Ketua tim, Rahmat Subroto, menjelaskan kepada VISI.NEWS, Sabtu (3/10), para mahasiswa berbeda prodi tersebut menciptakan salah satu olahraga ringan yang diberi nama Senam Irama Adaptif. Alasannya mereka sama-sama merasa prihatin tatkala melihat banyak siswa penyandang disabilitas tunanetra mengalami kesulitan melakukan gerakan senam.

Para penyandang disabilitas hanya bisa mendengarkan iringan musik, tetapi tidak bisa melihat gerakan model yang ditayangkan pada video senam.

“Padahal, penyandang disabilitas tunanetra membutuhkan gerakan senam untuk berbagai aktivitas fisik saat berolahraga. Hal itu sangat penting untuk mengembangkan keterampilan orientasi dan mobilitas para penyandang disabilitas tunanetra,” katanya.

Bertolak dari keprihatinan tersebut, tim mahasiswa di bawah bimbingan dosen PLB FKIP UNS, Sugini, MPd, sepakat berinovasi menciptakan senam dengan mengadaptasi senam irama yang mudah diakses penyandang disabilitas tunanetra.

Di dalam senam irama ciptaan tim mahasiswa tersebut, disertakan lirik lagu yang menggambarkan gerakan-gerakan sebagai penuntun para pesenam dalam bersenam.

Lirik lagu penuntun senam itu yang memudahkan penyandang disabilitas tunanetra mengikuti gerakan-gerakan secara baik.

Rahmat Subroto menjelaskan, gerakan senam irama adaptif yang dipraktikkan para penyandang disabilitas tunanetra bersifat sederhana, namun terdapat filosofi dan maksud yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan tunanetra.

Di sisi lain, senam irama adaptif bagi tunanetra dapat melatih keyakinan langkah kaki, koordinasi tangan dan kaki, keseimbangan tubuh, serta memperbaiki postur tubuh.

“Saat ini, senam irama adaptif sudah digunakan bagi siswa penyandang disabilitas tunanetra di SMP Modern Islamic School (MIS) Solo. Pertimbangan senam irama adaptif tersebut diterapkan di SMP MIS karena sekolah tersebut merupakan mitra Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat,” jelasnya.

Rahmat Subroto mewakili timnya berharap, senam irama adaptif bagi penyandang disabilitas tunanetra kelak dapat dimanfaatkan secara luas untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan keterampilan orientasi maupun mobilitas para penyandang disabilitas tunanetra.

Karena, lanjut Rahmat, dengan aktif bergerak melalui kegiatan senam irama, para penyandang disabilitas tunanetra dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, memperbaiki keterampilan orientasi dan mobilitas yang sangat penting untuk kemandirian hidup mereka. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dr. Lukman Hakim: Tingkatkan Bantuan Konsumsi Agar Resesi Ekonomi Tak Terlalu Dalam

Sab Okt 3 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pakar ekonomi yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Lukman Hakim, PhD, berpendapat, selama menangani pandemi Covid-19, pemerintah menghadapi dilema antara memprioritaskan penyelamatan ekonomi atau kesehatan masyarakat. Dilema itu merupakan hal lumrah karena bagi Indonesia resesi akibat krisis kesehatan merupakan fenomena […]