Mahasiswa “UNS Menggugat” Gelar Aksi Protes Pengesahan Omnibus Law

Suasana aksi unjuk rasa mahasiswa UNS yang menamakan diri "UNS Menggugat" melancarkan protes pengesahan Omnibus Law/visi.news/istimewa
Jangan Lupa Bagikan

– “Nasi Uduk Semur Jengkol, DPR Kok Tolol”, salah satu tulisan yang dibeber pengunjuk rasa pada spanduk.

VISI.NEWS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dari berbagai fakultas yang menamakan diri “UNS Menggugat” di bawah komando Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Selasa (6/10) petang, menggelar aksi unjuk rasa di Boulevard Kampus UNS Kentingan, Solo, Jawa Tengah.

Ratusan mahasiswa dengan jaket almamater biru muda, menggugat disahkannya Undang-Undang (UU) Omnibus Law atau UU Cipta Kerja di sidang paripurna DPR RI.

Sambil membeber spanduk dan poster, para mahasiswa yang berjalan kaki dari halaman depan kantor pusat, ratusan mahasiswa itu menggelar orasi di pintu masuk Kampus Kentingan.

M. Zainal Arifin, salah seorang aktivis BEM UNS, dalam pernyataan sikapnya, menyatakan mosi tidak percaya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR.

“Mahasiswa menuntut, pertama batalkan Omnibus Law. Kedua, jegal sampai gagal, dan ketiga mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya,” ujarnya.

Di antara spanduk yang dibeber dalam aksi unjuk rasa sejak sekitar pukul 16.00 WIB, bertuliskan “Nasi Uduk Semur Jengkol, DPR Kok Tolol”. Basmi Virus dan Omnibus”. Selain itu ada poster kertas betuliskan “Aku tidak bisa melihatmu walau aku wakilmu. DPR-RI” dan lain-lain.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib tanpa insiden tersebut, berakhir menjelang magrib. Massa aksi mahasiswa “UNS Menggugat” membubarkan diri kembali masuk kampus juga berjalan kaki. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PKS Nyatakan Sikap Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Sel Okt 6 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS — Menanggapi demo ribuan buruh turun ke jalan yang menuntut pembatalan pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Senin kemarin (5/10/2020), disikapi Ketua Komisi D DPRD Kab. Bandung dari Fraksi PKS, H. Maulana Fahmi, bahwa gerakan itu merupakan apresiasi kekecewaan kaum buruh terhadap hal tersebut. Dan PKS menyatakan […]