Mahfud MD Minta Masyarakat Korban Pinjol Ilegal Jangan Bayar Utang

Editor Menko Polhukam, Mahfud MD dalam acara Peringatan 11 Tahun Pengelola Perbatasan Negara pada Jumat (17/9/2021)./dok. humas kemenko polhukam/via suara.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta korban pinjaman online (pinjol) untuk tidak meneruskan pembayaran.

Mahfud mengatakan secara hukum perdata, pinjol itu menjadi perusahaan yang tidak sah.

“Kepada mereka yang telanjur menjadi korban, jangan membayar, jangan membayar,” kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemenko Polhukam, Selasa (19/10/2021), seperti dilansir Suara.com.

Mantan Ketua MK ini menuturkan, jika mereka yang tidak mau membayar pinjaman online menerima teror dari pihak pinjol, Mahfud meminta masyarakat untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.

“Kalau karena tidak membayar lalu ada yang tidak terima, diteror, lapor ke kantor polisi terdekat. Polisi akan memberikan perlindungan,” ujarnya.

Terkait dengan perusahaan pinjol ilegal, Mahfud mengancam akan ada hukum pidana. Terlebih kalau perusahaan pinjol ilegal sudah melakukan pemerasan hingga teror kepada nasabahnya.

“Misalnya ancaman kekerasan, ancaman menyebar foto-foto tidak senonoh dari orang yang punya utang kalau tidak bayar. Itu terus sekarang bandar-bandarnya,” ujarnya.

Kalau misalkan terbukti ada tindakan pemerasan, pihak kepolisian bisa menggunakan Pasal 368 KUHPidana.

Selain itu Mahfud juga menyebut ada Pasal 335 KUHPidana tentang perbuatan tidak menyenangkan yang menurut Mahfud bisa digunakan.

Selain itu, ada Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-undang ITE Pasal 29 dan Pasal 32 Ayat 2 dan Ayat 3.

“(Pinjol) ilegal ini akan kita tindak dengan ancaman hukum pidana seperti itu tadi, Bareskrim Polri akan memverifikasi gerakannya.” @fen

Baca Juga :  UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Diskusi Dosen Virtual tentang "Budaya Organisasi di PT"

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Oknum Pengasuh Ponpes di Mojokerto Diduga Rudapaksa Santriwati

Rab Okt 20 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | MOJOKERTO – Pengasuh pondok pesantren(ponpes) di Kabupaten Mojokerto berinisial AM (52) diduga melakukan rudapaksa atau pemerkosaan santriwati. Perbuatan bejat kepada korban yang masih berusia 14 tahun itu dilaporkan ke polisi. Aksi pencabulan atau pemerkosaan itu dilakukan di salah satu kamar asrama santri putri yang kosong tidak ditempati sejak 2018. Peristiwa tak senonoh itu kemudian […]