VISI.NEWS | BANDUNG – Rabiul Awal, bulan ketiga dalam kalender Hijriah, memiliki kedudukan khusus dalam sejarah Islam. Bulan ini sarat dengan peristiwa penting yang berkaitan langsung dengan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran, hijrah, hingga wafatnya beliau.
Menurut Ida Fitri Shohibah dalam bukunya ‘Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah’, istilah Rabiul Awal berasal dari kata Rabi’ yang berarti musim bunga dan Awal yang bermakna pertama. Nama ini merujuk pada masa bermulanya musim bunga tanaman.
Salah satu peristiwa agung yang terjadi di bulan ini adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau 570 M di Makkah, bertepatan dengan serangan pasukan bergajah pimpinan Abrahah. Kelahiran Nabi disebut sebagai rahmat bagi seluruh alam sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Anbiya ayat 107.
Selain itu, Rabiul Awal juga menjadi momentum hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Perjalanan hijrah yang penuh tantangan ini menjadi tonggak penting berdirinya masyarakat muslim yang kuat dan teratur. Peristiwa persembunyian Nabi di Gua Tsur bersama Abu Bakar pun diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 40).
Tak hanya menjadi bulan penuh kebahagiaan, Rabiul Awal juga dikenang sebagai bulan wafatnya Rasulullah SAW pada 12 Rabiul Awal tahun 11 H di Madinah. Wafatnya beliau mengguncang kaum muslimin, hingga Abu Bakar Ash-Shiddiq meneguhkan mereka dengan kalimat bahwa Islam bukan bergantung pada pribadi Nabi, melainkan pada Allah SWT yang kekal.
Dengan demikian, Rabiul Awal bukan sekadar penanda waktu, melainkan bulan bersejarah yang menjadi refleksi iman dan keteladanan bagi umat Islam di seluruh dunia.
@ffr












