VISI.NEWS|BANDUNG -AS Roma membawa pulang kemenangan penting dari laga tandang yang berlangsung keras dan penuh tensi di Olimpico Grande Torino. Pada pekan ke-21 Serie A 2025–2026, Senin, 19 Januari 2026 dini hari WIB, Giallorossi menundukkan Torino dengan skor 2-0 melalui gol debut Donyell Malen dan aksi penentu Paulo Dybala.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Torino berusaha tampil agresif di hadapan pendukung sendiri, tetapi Roma menunjukkan ketenangan dalam mengelola tekanan dan lebih klinis saat peluang hadir. Dua momen efektif cukup bagi tim tamu untuk mengamankan tiga poin.
Pelatih Roma menilai laga ini sebagai ujian karakter.
“Kami tahu atmosfernya akan sulit. Torino menekan sejak awal, tetapi tim bermain disiplin dan memanfaatkan momen penting,” ujar Daniele De Rossi.
Roma menurunkan Malen sebagai starter karena sejumlah pemain inti absen akibat cedera dan kondisi kebugaran. Keputusan tersebut langsung terbayar pada menit ke-26. Malen menyelesaikan umpan matang dari Dybala dengan kontrol tenang dan sepakan jarak dekat yang tak mampu dihentikan kiper Alberto Paleari.
Malen mengaku gol debutnya memiliki makna emosional.
“Saya ingin memberi dampak sejak pertandingan pertama. Gol ini sangat spesial bagi saya,” kata Malen.
Sebelum gol tersebut, Roma sempat melihat satu gol dianulir VAR akibat offside tipis. Meski demikian, dominasi permainan tetap terjaga hingga turun minum, sementara Torino kesulitan menembus organisasi pertahanan lawan.
Pada babak kedua, Torino meningkatkan intensitas dan mencoba mengejar ketertinggalan. Tekanan tuan rumah beberapa kali memaksa Roma bertahan lebih dalam, termasuk melalui peluang Cyril Ngonge yang digagalkan oleh tekel krusial Evan Ndicka.
Ketika Torino mulai berani mengambil risiko, Roma justru menggandakan keunggulan pada menit ke-72. Paulo Dybala memanfaatkan kemelut di kotak penalti dan menyelesaikannya dengan sentuhan kaki luar yang presisi.
Dybala menegaskan pentingnya kemenangan ini bagi tim.
“Kami datang untuk menang dan tahu harus bersabar. Gol ini memberi ketenangan bagi seluruh tim,” ucap Dybala.
Gol tersebut juga mengakhiri paceklik Dybala di Serie A yang berlangsung hampir tiga bulan. Selain mencetak gol, ia berperan besar dalam mengatur tempo dan membuka ruang sepanjang pertandingan.
Torino mencoba bangkit di sisa waktu, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Sepakan Che Adams dan Saul Coco belum mampu mengubah skor, sementara Paleari masih bekerja keras mencegah Roma menambah gol ketiga.
Pelatih Torino mengakui timnya gagal memaksimalkan momentum.
“Kami menciptakan tekanan, tetapi kurang tajam di momen terakhir. Ini kekalahan yang menyakitkan,” ujar Ivan Juric.
Kemenangan ini membuat Roma semakin kokoh di zona empat besar klasemen sementara. Bagi Torino, malam di kandang sendiri berubah menjadi tragedi hasil, setelah gagal menerjemahkan intensitas permainan menjadi gol.@fajar












