Mantan Ketua OSIS, Pramuka dan PMR Diprioritaskan UNS Lewat Jalur Kepemimpinan Muda

Editor :
Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ahmad Yunus dan Kepala UPT SPMB UNS, Prof. Dr. Hadiwiyono, menjelaskan kepada wartawan hasil SBMPTN UNS tahun 2021./visi.news/tok suwarto.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk pertama kalinya dalam penerimaan mahasiswa baru, pada tahun 2021 ini memberikan prioritas kepada mantan ketua OSIS, ketua Pramuka, ketua Palang Merah Remaja (PMR) dan semacamnya, yang tidak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan diterima lewat jalur seleksi mandiri (SM).

Lulusan SMA dan sederajat yang pernah menduduki jabatan ketua organisasi tersebut, akan mendapatkan kuota khusus kategori “kepemimpinan muda” di jalur SM yang juga disebut jalur lainnya, satu di antara 3 jalur penerimaan mahasiswa baru, yaknj jalur SNMPTN, jalur SBMPTN dan SM.

“Saya mengucapkan selamat kepada calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SBMPTN. Bagi yang belum diterima di SBMPTN, bisa mendaftar ke UNS dengan mengikuti seleksi mandiri atau SM UNS, melalui jalur UTBK, jalur ujian tulis, jalur kepemimpinan muda dan jalur kelas internasional untuk Prodi Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara SM UNS tahun 2021 dapat dilihat di laman http://spmb.uns.ac.id,” ujar Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, kepada wartawan, dalam jumpa pers di gedung “dr. Prakosa”, kampus Kentingan, Senin (14/6/2021).

Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ahmad Yunus, yang mendampingi rektor, menambahkan, penerimaan mahasiswa melalui jalur kepemimpinan muda merupakan program baru SM UNS, di samping program kemitraan, program prestasi dan lain-lain.

“Pertimbangannya, para siswa yang pernah menjadi ketua OSIS, ketua Pramuka, ketua PMR dan sebagainya, punya kemampuan kepemimpinan di organisasi. Potensi kepemimpinan para siswa tersebut yang termasuk kategori kepemimpinan muda,” jelasnya.

Rektor UNS yang didampingi wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan UNS, serta Kepala UPT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Dr. Hadiwiyono, mengatakan, berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada 2021 ini tercatat sebanyak 2.727 orang dinyatakan lolos SBMPTN UNS. Jumlah tersebut tersaring dari jumlah pendaftar SBMPTN UNS sebanyak 49.983 orang .

Baca Juga :  Masa Tenang Pilkada, Panwaslu Bersihkan APK

“Jumlah yang lolos SBMPTN UNS tahun 2021 sebanyak 2.727 orang atau 5,46 persen dari jumlah peminat. Dalam SBMPTN tahun 2021 ini, tingkat keketatan atau persaingan di UNS naik dari 1 banding 15 pada tahun 2020, menjadi 1 banding 18 pada tahun 2021,” katanya.

Di antara 2.727 orang yang lolos SBMPTN UNS 2021, menurut Prof. Jamal, sebanyak 832 orang atau 30,51 persen merupakan pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) yang termasuk kategori kurang mampu.

“Naiknya tingkat keketatan dalam SBMPTN UNS tahun 2021 ini, berarti untuk masuk UNS makin sulit. Karena, berdasarkan kuota UNS hanya sedikit yang diterima, yaitu sekitar 5,46 persen,” tandasnya.

Prof. Jamal memaparkan, di UNS terdapat 10 program studi (Prodi) dengan keketatan tertinggi pada kelompok Saintek, yaitu Prodi Farmasi dengan keketatan 1:60, Prodi Informatika 1:54, Prodi Psikologi 1:49, Prodi Kedokteran 1: 39, Prodi Keselamatan dan kesehatan kerja 1: 26, Prodi Arsitektur 1: 25, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota 1:24, Prodi Statistika 1:23, Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan 1: 23, dan Prodi Teknik Industri 1: 22.

Sedangkan keketatan tertinggi 10 Prodi kelompok Soshum UNS, yaitu Prodi Ilmu Komunikasi dengan keketatan 1:54, Manajemen 1:34, Hubungan Internasional 1:34, Ilmu Administrasi Negara 1:30, Sastra Inggris 1:29, Bimbingan dan Konseling 1:26, Desain Komunikasi Visual (DKV) 1:25, Sosiologi 1:24, Demografi dan Pencatatan Sipil 1: 22, Pendidikan Bahasa Inggris 1 : 20.

UNS sendiri, pada 2021 ini masuk 8 besar dengan nilai UTBK tertinggi bidang Saintek secara nasional, di bawah Universitas Indonesia (UI) dengan nilai rerata 693,35, Institut Teknologi Bandung 683,90, Universitas Gadjah Mada (UGM) 656,52, Universitas Airlangga 639,97, Universitas Diponegoro 631,86, Universitas Padjadjaran 630,19, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 630,16, dan UNS 628,64. @tok

Baca Juga :  Dyche Berharap Kuartet Andalan Burnley Bisa Tampil Lawan MU

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kabar Duka, Legenda Bulutangkis Indonesia Markis Kido Meninggal Dunia

Sel Jun 15 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Kabar duka datang dari dunia bulutangkis Indonesia. Mantan pemain ganda putra Markis Kido meninggal dunia pada Senin, 14 Juni 2021. Meninggalnya Markis diumumkan oleh PBSI lewat akun media sosial dan tak disebutkan penyebab wafatnya pria 36 tahun tersebut. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia salah […]