Marak Terjadi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dan Anak, Reynaldi : Harus Dibahas Di Forum G20

Editor Anggota DPRD Jawa Barat, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi./visi.news/eko aripyanto.
Silahkan bagikan

VISINEWS | BANDUNG – Indonesia sebagai Presidensi G20 harus bisa menggiring untuk membahas isu-isu tentang perlindungan perempuan, mengingat saat ini marak terjadinya dugaan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Demikian dikatakan Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar) Reynaldi, menurutnya dugaan kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak dikhawatirkan dapat berdampak pada perekonomian.

“Indonesia harus bisa membahas isu tentang perempuan dan anak di arena G20, negara harus mampu melindungi perempuan dan anak dari maraknya aksi kekerasan seksual,” katanya.

Tidak hanya dikhawatirkan berdampak pada perekonomian saja, lanjut Reynaldi masa pendidikan anak sebagai penerus bangsa pun perlu diperhatikan, sehingga kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tidak mendapatkan tempat di Indonesia.

“Oleh karena itu, saya kira hal semacam ini perlu dibahas di forum-forum internasional, pasalnya Indonesia saat ini dihadapkan pada fakta kasus Kekereasan sekual terhadap perempuan dan anak masih marak,” ujarnya.

Selain itu, Reynadi mengungkapkan, RUU TPKS harus segera disahkan menjadi UU, agar menjadi komitmen pemerintah dalam melindungi perempuan dan anak, serta mengawal sosialisasi, edukasi dan advokasi sebagai upaya untuk mengimplementasikan UU TPKS.

“UU TPKS akan menjadi bagian dalam mempersempit ruang gerak terjadinya aksi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, maka patut untuk terus disuarakan agar segera menjadi UU,” ungkapnya.

Terakhir, semoga dalam forum G20 tersebut, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Indonesia termasuk warga Jabar didalamnya dapat tersampaikan dan dibahas serta mengahasilkan suatu solusi yang kemudian menjadi suatu kebijakan untuk pemerintah.

“Saya berharap agar pemerintah bisa menyuarakan aspirasi masyarakat terutama berkaiatan dengan maraknya aksi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya. @eko.

Baca Juga :  Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Industri 4.0

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

90 Persen Pelaku UMKM Jabar Perempuan, Cucu : Ayo Beralih Ke Digital Sebagai Sarana Promosi

Sab Apr 23 , 2022
Silahkan bagikanVISINEWS | BANDUNG – Pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan perempuan, dan mendorong pelaku UMKM di Jawa Barat (Jabar) diminta untuk melek digital seiring dengan perkembangan jaman. Demikian dikatakan Anggota DPRD Jabar, Cucu Sugyati, menurutnya perkembangan digitalisasi saat ini perlu dimanfaatkan bagi pelaku UMKM guna menjadi sarana promosi dan transaksi jual-beli. […]