Masih Makan Korban, Waspada Modus Penipuan Online dengan File PDF Palsu!

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Ricky kaget tiba-tiba akun WhatsApp-nya tidak bisa difungsikan. Lebih kaget lagi saat dia akan menggunakan QRIS BCA-nya ternyata tidak bisa membayar transaksi yang dilakukannya. Semua uangnya tiba-tiba lenyap dari rekeningnya.

Ia baru ingat sebelumnya pernah menerima file “undangan” dari seorang temannya. Dia mengklik undangan itu, dan tak lama kemudian semua akunnya sudah dibawah kendali yang meberikan udangan itu. Nampaknya, teman Ricky sebelumnya sudah di hack, sehingga yang memberikan undangan itu, bukan temannya melainkan hacker.

Di era digital yang terus berkembang, penipuan online menjadi semakin canggih. Para penipu, atau yang sering disebut fraudster, kini menggunakan berbagai cara untuk menyisipkan malware ke dalam link, file apk, dan iklan palsu di media sosial. Hal ini menimbulkan ancaman serius bagi pemilik akun perbankan yang berusaha melindungi data pribadi mereka.

Modus penipuan yang sebelumnya melibatkan pengiriman file APK palsu, kini telah berubah bentuk menjadi file yang menyerupai dokumen PDF. Penipu seringkali berpura-pura menjadi pembeli dan mengirimkan file PDF yang sebenarnya mengandung malware kepada penjual melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp. Ketika file tersebut dibuka, perangkat penjual akan terinfeksi, memungkinkan penipu untuk mengakses dan mencuri data pribadi korban.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan semacam ini, berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:

Waspada terhadap File PDF Palsu: Jangan pernah membuka file PDF yang dikirimkan melalui pesan jika sumbernya tidak dikenal atau tidak resmi.

Jangan Simpan Password di Perangkat: Hindari menyimpan password, terutama untuk aplikasi atau situs perbankan, di perangkat yang mungkin terinfeksi.

Perbarui Software Secara Berkala: Lakukan pembaruan software, terutama antivirus, untuk memastikan perangkat Anda terlindungi dari serangan malware.

Baca Juga :  DUNIA ISLAM: Ramadan di Berbagai Negara

Hindari Penggunaan Wi-Fi Gratis: Jangan menggunakan wi-fi gratis saat mengakses situs atau aplikasi perbankan karena dapat meningkatkan risiko infeksi malware.

Jauhi Situs Bajakan: Situs bajakan seringkali tidak aman dan dapat mengandung malware.

Hati-hati dengan Ekstensi Browser: Jangan menginstal ekstensi browser dari sumber yang tidak resmi karena dapat mengandung malware.

Untuk informasi lebih lanjut tentang cara menghindari bahaya malware dan penipuan online, kunjungi situs web resmi BCA atau sumber informasi keamanan siber yang terpercaya. Ingat, kesadaran dan kewaspadaan adalah kunci utama dalam melindungi diri dari modus penipuan online.

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

5 Cara Speed WiFi jadi Lebih Cepat, Khususnya untuk Para Gamers!

Sab Mar 16 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Speed WiFi menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kecepatan internet. Dengan kecepatan internet yang cepat, kamu dapat melakukan hal-hal yang membutuhkan bandwith besar sekalipun, seperti menonton streaming video, bermain game online, melakukan panggilan video, dan lain sebagainya. Namun banyak yang belum mengetahui, bahwa ada […]