Masjid di Inggris Salat Idulfitri dalam Beberapa Gelombang

Editor Orang-orang Shalat di Masjid London Timur & Pusat Muslim London di London timur, Inggris, Rabu (14/4)./pa melalui ap/harun chown/via republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Komunitas muslim di Inggris Raya melaksanakan salat Idulfitri di masjid dengan protokol kesehatan ketat setelah pemerintah Inggris memberikan kelonggaran untuk beribadah dan merayakan salat secara berjemaah meski dengan aturan yang harus ditaati bersama.

Melansir Republika.co.id dari pantauan Antara, masjid-masjid di Kota Southampton, Oxford, London dan kota-kota lain menyelenggarakan ibadah salat Idulfitri dalam beberapa gelombang.

Madina Central Mosque Southampton dan Bashir Ahmad Mosque tercatat menyelenggarakan salat Idulfitri dalam tiga gelombang. Sementara itu, masjid Markaz Bilal Islamic Society (ISOC) di Universitas Southampton menyelenggarakan salat dalam empat gelombang, yakni pukul 08.00, 08.30, 09.00, dan 10.30 pagi waktu Inggris. 

Pelaksanaan salat bertahap ini untuk mencegah kerumunan dan menghindari persebaran virus Covid-19 yang lebih luas.

Usamah, seorang imam di masjid Markaz Bilal ISOC menyampaikan pihaknya mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah setempat dan  mendapat izin dari otoritas kampus.

“Ini perayaan Idulfitri tahun kedua bagi kami warga muslim di Inggris. Untungnya, tahun ini pemerintah setempat telah memberi izin dan pihak kampus juga setuju untuk penyelenggaraan salat Idulfitri ini, tentu dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” kata Usamah, yang juga mahasiswa Universitas Southampton.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan  warga yang salat harus membawa perlengkapan lengkap semisal sajadah, masker, dan hand sanitizer serta wudu dari rumah. Pihak pengelola masjid menutup tempat wudu dan toilet untuk mencegah penularan virus dan mengurangi risiko penyakit.

Pengelola masjid Markaz Bilal ISOC mewajibkan jemaah untuk mendaftar terlebih dahulu untuk pengaturan kuota salat Idulfitri. Satu pekan sebelumnya, pihak pengelola masjid membagikan informasi untuk pendaftaran salat dengan memanfaatkan teknologi digital.

Aplikasi digital untuk reservasi tempat solat ini digunakan untuk memudahkan penerapan protokol kesehatan. Pendaftar cukup memasukkan data nama dan waktu salat, lalu akan ada barcode yang digunakan sebagai tanda masuk masjid.

Baca Juga :  Jamparing Siap Menangkan Paslon NU Pasti Sabilulungan 

“Kami menggunakan aplikasi digital yang secara khusus bisa memantau jumlah warga yang ingin salat Idulfitri. Sebagian dari mahasiswa dan keluarganya, juga warga muslim di sekitar Southampton,” kata Usamah.

Pihak takmir masjid juga menyediakan aneka makanan ringan dan buah untuk anak-anak yang diberikan setelah pelaksanaan salat Idulfitri.

Abu Yusuf, warga muslim di Southampton mengaku senang dengan pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini. 

“Alhamdulillah, tahun ini kita di Inggris dapat melaksanakan salat di masjid. Saya ingat tahun lalu kita tidak dapat melaksanakan salat bersama karena pandemi. Jadi, tahun ini kemajuan penting, harus disyukuri. Semoga pandemi segera berlalu,” kata dia.
@fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Gempar, Ustaz Meninggal Usai Sampaikan Khutbah Idulfitri

Kam Mei 13 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Jemaah salat Idulfitri di lapangan Dusun Dalangan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, digemparkan oleh meninggalnya Ustaz Juriono usai memimpin salat Idulfitri . Imam tersebut meninggal dunia usai memimpin doa dan khutbah sesaat seusai salat Idulfitri . Menurut keterangan panitia Salat Idulfitri , Zudi Ismail, sebelum almarhum memipin salat Idulfitri  dan dilanjutkan dengan […]