Mata kering : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG -Sindrom mata kering adalah kondisi yang umum terjadi pada setiap individu. Seringkali kondisi ini terjadi karena air mata yang diproduksi tidak memiliki kualitas yang baik untuk menjaga kelembapan mata.

Air mata manusia memiliki komposisi air, garam, minyak, lendir dan protein. Fungsi air mata adalah untuk melumasi dan melembapkan permukaan mata agar tetap halus.

Normalnya, air mata akan melembapkan permukaan mata ketika berkedip. Pada mata kering, produksi maupun kualitas air mata mengalami gangguan, sehingga permukaan mata tidak terlumasi dengan baik.

Kondisi seperti di atas menimbulkan sindrom mata kering atau disebut juga Dry Eye Syndrome.

Meskipun umum terjadi, namun mata kering dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, iritasi hingga gangguan penglihatan.

Gejala Mata Kering

Gejala-gejala mata kering bervariasi antara individu, mulai dari yang ringan hingga berat.

Beberapa tanda umum mata kering yang sering muncul meliputi:

– Mata memerah
– Terasa panas dan perih seperti terbakar
– Mata tiba-tiba gatal
– Lebih sensitif terhadap cahaya
– Penglihatan kabur
– Terasa seperti ada benda asing di mata
– Keluar lendir dari mata
Seringkali, gejala-gejala mata di atas semakin memburuk setelah beraktivitas di depan komputer, membaca buku atau berada di lingkungan ber-AC.

Penyebab Mata Kering

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab mata tidak mendapatkan pelumasan yang baik dari air mata.

Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi penyebab sindrom mata kering:

1. Kurangnya Produksi Air Mata

Faktor ini merupakan penyebab utama dari sindrom mata kering. Ketika kelenjar air mata di mata tidak memproduksi air mata yang cukup, mata akan kekurangan kelembapan.

Hal ini dapat terjadi karena faktor penuaan, perubahan hormonal, atau kondisi medis tertentu seperti diabetes, rheumatoid arthritis, sindrom Sjögren, lupus, atau gangguan tiroid.

Baca Juga :  Wacana Pembentukan Pansus Tragedi Kanjuruhan, Puan Maharani: Kita Hargai Dulu Tim Independen

2. Kualitas Air Mata Yang Buruk

Air mata terdiri dari tiga lapisan: lapisan air, lapisan minyak dan lapisan lendir.

Ketika salah satu lapisan ini tidak berfungsi dengan baik, seperti lapisan minyak yang diproduksi oleh kelenjar Meibomian di kelopak mata yang tidak mencukupi, maka air mata tidak dapat melapisi mata secara efektif.

Seringkali hal ini terjadi pada kondisi seperti blepharitis, meibomian gland dysfunction (MGD), atau rosacea.

3. Lingkungan Yang Kering

Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan mata. Paparan jangka panjang terhadap lingkungan yang berdebu, berangin, atau ber-AC dapat menyebabkan penguapan air mata yang lebih cepat, meningkatkan risiko mata kering.

Pekerjaan atau lingkungan yang membutuhkan fokus penglihatan yang intens, seperti penggunaan komputer atau perangkat elektronik dalam waktu yang lama, juga dapat mengurangi frekuensi kedipan sehingga menyebabkan mata kering.

4. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat-obatan, seperti antihistamin, antidepresan, kontrasepsi oral, obat tekanan darah, dan obat-obatan tertentu untuk penyakit autoimun, dapat mengurangi produksi air mata dan memicu mata kering.

5. Penggunaan Lensa Kontak

Pemakaian lensa kontak dalam waktu yang lama dapat mengganggu produksi air mata alami dan menyebabkan mata kering. Kontak lensa yang tidak sesuai atau tidak dirawat dengan baik juga dapat meningkatkan risiko iritasi dan ketidaknyamanan pada mata.

Penting untuk diketahui bahwa beberapa faktor penyebab mata kering dapat saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain.

Jika Anda mengalami gejala mata kering yang berkelanjutan atau mengganggu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mata untuk mendiagnosis penyebab yang mendasarinya dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Mengatasi Sindrom Mata Kering

Jika Anda merasakan salah satu gejala mata kering, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan dan meningkatkan kelembapan mata:

Baca Juga :  Konser Musik JOOX Live Buka Rangkaian Festival Belanja LAZADA The Bi99est Show

1. Gunakan Tetes Mata

Tetes mata adalah air mata buatan yang berfungsi untuk melembapkan mata. Gunakan tetes mata yang bebas pengawet dan direkomendasikan oleh dokter mata. Tetes mata ini dapat membantu mengurangi rasa kering dan iritasi pada mata.

2. Hindari Lingkungan Yang Kering

Cobalah untuk menghindari paparan langsung terhadap lingkungan yang berdebu, berangin, atau ber-AC yang dapat meningkatkan penguapan air mata. Gunakan humidifier di rumah atau kantor Anda untuk menjaga kelembapan udara.

3. Istirahatkan Mata Secara Teratur

Jika Anda bekerja di depan komputer atau menggunakan perangkat elektronik dalam waktu yang lama, penting untuk mengistirahatkan mata Anda secara teratur. Setiap 20-30 menit, pandanglah jauh dari layar selama beberapa detik dan kedipkan mata beberapa kali untuk membantu melumasi mata secara alami.

4. Gunakan Kacamata  Pelindung

Jika Anda beraktivitas di lingkungan yang berdebu atau berangin, gunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari iritasi dan pengaruh lingkungan yang buruk.

5. Perhatikan Pola Hidup Sehat

Konsumsi makanan yang seimbang dan kaya akan nutrisi, serta pastikan Anda terhidrasi dengan baik dengan minum cukup air. Pola hidup sehat secara umum dapat mendukung kesehatan mata.

Kapan Harus Ke Dokter Mata?

Jika gejala mata kering tidak mereda atau semakin parah meskipun Anda telah mengambil langkah-langkah di atas, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata.

Dokter mata dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan saran serta pengobatan yang sesuai untuk mengatasi kondisi mata kering Anda.

KMN EyeCare adalah sebuah jaringan rumah sakit mata dan klinik mata di Indonesia yang memiliki layanan pengobatan mata kering. Segera jadwalkan kunjungan @nia

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Begini Alasan Kenapa Orang Indonesia Menyukai Buku Nonfiksi

Sel Jul 18 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | YOGYAKARTA – Buku-buku nonfiksi sebenarnya telah lama beredar. Secara global sendiri, menurut survei yang dilakukan Picodi.com di 41 negara tahun 2019, sebanyak 41% responden rupanya menyukai buku nonfiksi. Berbeda dengan buku fiksi yang menyajikan hiburan dan imajinasi di dalamnya, buku nonfiksi dibuat didasarkan pada kenyataan atau hal […]