VISI.NEWS|BANDUNG -Akhir pekan ini menjadi momen penentu bagi James Milner. Jika turun saat Brighton menghadapi Crystal Palace, gelandang berusia 40 tahun itu akan mencatatkan penampilan ke-653 di Premier League, menyamai rekor milik Gareth Barry sebagai pemain dengan laga terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Pencapaian ini terasa kontras dengan realitas keras sepak bola modern. Di usia ketika sebagian besar pemain telah lama pensiun, Milner masih dipercaya bersaing di liga dengan intensitas tertinggi di Eropa.
Karier Milner membentang lebih dari dua dekade. Ia menjalani debut profesional bersama Leeds United pada 2002, hanya beberapa waktu setelah meninggalkan bangku sekolah. Sejak itu, ia membela enam klub di kasta tertinggi Inggris dan mengoleksi 652 penampilan Premier League hingga saat ini.
Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, menegaskan bahwa fokus utama Milner bukan sekadar rekor pribadi.
“Ini akan menjadi momen spesial, tetapi fokusnya tetap pada ambisi tim,” ujar Hurzeler.
Ia menilai kontribusi Milner jauh melampaui angka statistik.
“Dia adalah penggerak mental juara. Pemain seperti Milner tahu cara menang, tahu bagaimana mempersiapkan diri, dan tahu bagaimana bereaksi di masa sulit,” kata Hurzeler.
Pengakuan serupa datang dari legenda Timnas Inggris, Alan Shearer, yang pernah bermain bersama Milner. Menurutnya, konsistensi Milner adalah kualitas langka di Premier League.
“Milner adalah impian setiap manajer,” ujar Shearer.
“Anda selalu tahu apa yang akan kamu dapatkan darinya,” tambahnya.
Dalam rentang 8.491 hari sejak debutnya, Milner telah mencatat 61 caps bersama Timnas Inggris serta mengoleksi tiga gelar liga, dua Piala FA, dan satu trofi Liga Champions. Kini, ia hanya berjarak satu pertandingan dari puncak sejarah liga.
Di liga yang kerap menjadi kuburan bagi karier panjang, James Milner justru berdiri sebagai pengecualian. Akhir pekan ini, sejarah bukan hanya soal angka, tetapi tentang ketahanan melawan waktu.@fajar