Memanfaatkan Momentum Inovasi guna Meningkatkan Transformasi Digital dan Teknologi Pintar

Editor Liu Kang, Global Carrier Marketing & Solution Sales Dept of Huawei. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SHANGHAI – Di hari kedua MWC Shanghai 2023, Liu Kang, President, Huawei Global Carrier Marketing & Solution Sales Dept, merilis “Building Innovation Momentum to Boost Digital and Intelligent Transformation”.

“Di industri telekomunikasi, operator selalu menjadi pemimpin dan pendukung transformasi digital. Operator tak hanya terus mengoptimalkan dan menghimpun kapabilitas inovasinya sendiri di tengah transformasi digital, namun juga mendukung pemutakhiran digital di ribuan industri sehingga mendatangkan potensi inovasi yang masif,” ujar Liu Kang.

Momentum inovasi yang masif telah tersedia bagi operator untuk mendukung transformasi digital.

Pertama, bagi konsumen, operator telah beralih dari sekadar menyediakan layanan panggilan suara hingga menghadirkan dan menerapkan interaksi pintar yang tersedia di setiap lokasi dan berkecepatan gigabita. Infrastruktur jaringan leading-edge menjadi pondasi bagi layanan bisnis digital di segmen konsumen.

Kedua, bagi industri, kalangan perusahaan bergerak menuju aktivitas produksi digital, mulai dari digitalisasi perkantoran hingga digitalisasi pemasaran dan layanan pelanggan. Skenario penggunaan teknologi dalam aktivitas produksi penting seperti kendali jarak jauh, AGV, dan PLC, sepenuhnya mendapat stimulus sehingga meningkatkan efisiensi produksi secara drastis.

Menurut Liu Kang, pencapaian tersebut tak terpisahkan dari kapabilitas yang dikuasai operator ketika menjalani transformasi digital.

Gelombang Baru Transformasi Digital Mengubah Momentum Inovasi Menjadi Pertumbuhan

Demi menyambut gelombang baru teknologi digital dan pintar, Huawei bekerja sama dengan operator demi mengembangkan tiga kapabilitas baru untuk transformasi digital.

Pertama, jenjang infrastruktur, mengubah kolaborasi TIK menjadi kemampuan mengintegrasikan sumber daya strategis secara elastis. Liu Kang berkata, “Salah satu manifestasi intuitifnya adalah koneksi kini beralih dari uplink 100 Mbit/s, downlink Gbit/s, serta kapabilitas cloud native menuju koneksi baru dengan karakteristik seperti uplink Gbit/s, downlink 10 Gbit/s, serta endogenous intelligence. Berbasiskan koneksi baru, kombinasi jaringan + komputasi, kebutuhan sinergi cloud-network, kolaborasi cloud-edge, dan sinergi cloud-device pun mengemuka.”

Baca Juga :  Golkar Siapkan Politisi Muda Yang Mampu Meningkatkan Kualitas Politik Di Indonesia

“Poin kedua, jenjang operasional, yakni mengubah data masif menjadi kemampuan menangani skenario kompleks dengan cepat. Dari agregasi data hingga agregasi data + dukungan berteknologi pintar semakin mempercepat transfer data dalam aktivitas produksi dan kehidupan manusia. Dengan demikian, hal ini mewujudkan kegiatan operasional berteknologi pintar pada seluruh proses dan aktivitas bisnis, serta secara langsung meningkatkan pengalaman dan efisiensi hingga dua kali lipat. Maka, inovasi berkelanjutan menjadi modelnya.

Poin ketiga, jenjang layanan digital, yaitu mengubah layanan berdaya saing menjadi kemampuan merangsang inovasi dengan cepat. Dengan transformasi digital, operator dapat sepenuhnya mengandalkan keunggulan SIM sebagai titik masuk natural, serta menyediakan layanan digital inovatif yang kian lengkap.

Menghadapi masa depan, Liu Kang berkata, “Gelombang baru era digital yang berteknologi pintar segera hadir. Huawei akan terus bekerja sama dengan industri dan selalu mempromosikan transformasi digital, sekaligus mempercepat transformasi potensi inovasi menjadi momentum perkembangan industri.”

MWC Shanghai 2023 berlangsung dari 28-30 Juni di Shanghai, Tiongkok. Huawei memamerkan produk dan solusinya di stan E10 dan E50 di Hall N1, Shanghai New International Expo Centre (SNIEC). Bersama operator global, praktisi industri, serta pemuka opini, Huawei mengulas berbagai topik, seperti mempercepat kesuksesan 5G, menyambut era 5,5G, serta transformasi digital yang berteknologi pintar. Teknologi 5,5G menciptakan nilai tambah bisnis yang baru di sejumlah bidang, seperti menghubungkan manusia, Internet of Things (IoT), dan Internet of Vehicles (IoV), serta mendukung berbagai industri menuju dunia pintar. @nia

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

VISI | Jadi Jurnalis yang Generalis di Era AI

Sen Jul 3 , 2023
Silahkan bagikanOleh Abdul Majid Ramdhani KITA menciptakan teknologi dan teknologi pada gilirannya menciptakan kembali siapa diri kita. Bagi para praktisi media dan tenaga pengajar (dosen) komunikasi sendiri, yang paling penting adalah mencermati karakteristik masing-masing medium informasi dan komunikasi massa, serta menyiasati karakteristik tersebut untuk mengoptimalkan fungsi peran jurnalis di tengah […]