VISI.NEWS | JAKARTA – Bitcoin (BTC) baru saja mencapai tonggak sejarah penting dengan total pasokan yang beredar menembus 95% dari batas maksimum 21 juta BTC. Saat ini, sekitar 19,95 juta Bitcoin telah beredar di pasar global, sementara hanya tersisa 2,05 juta BTC yang akan ditambang hingga tahun 2140. Pencapaian ini menandai fase baru bagi Bitcoin, yakni kelangkaan yang semakin nyata, memperkuat posisi BTC sebagai aset kripto dengan potensi besar.
Kenaikan menuju 95% ini semakin menegaskan karakter Bitcoin sebagai aset langka. Analis global mencatat bahwa dengan tingkat inflasi tahunan Bitcoin kini hanya sekitar 0,8%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan inflasi mata uang fiat. Thomas Perfumo, Global Economist di Kraken, menyebut pencapaian ini signifikan karena Bitcoin tetap beroperasi sesuai dengan desain awal Satoshi Nakamoto, sang pencipta Bitcoin. “Bitcoin menggabungkan fungsi settlement global real-time dengan kepastian kelangkaan yang hanya dimiliki oleh aset bernilai tinggi,” ujar Perfumo dikutip dari Indodax, Sabtu (22/11/2025).
Pasokan Bitcoin yang semakin ketat juga seiring dengan meningkatnya porsi kepemilikan institusional. Saat ini, sekitar 17% dari total pasokan Bitcoin dimiliki oleh perusahaan dan negara, yang mempersempit likuiditas yang beredar di pasar spot. Hal ini menjadikan Bitcoin semakin terlihat sebagai “digital gold”, sebuah aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Meski begitu, beberapa analis menilai bahwa meskipun pencapaian ini menambah sentimen kelangkaan, hal itu tidak langsung berdampak pada harga Bitcoin dalam jangka pendek. Jake Kennis, Senior Research Analyst di Nansen, mengatakan bahwa pasar sudah lama mengantisipasi ritme halving dan perlambatan suplai Bitcoin, sehingga tidak ada reaksi harga instan terhadap angka 95%. “Pasokan Bitcoin itu sepenuhnya dapat diprediksi, dan sisa 5% akan membutuhkan waktu lebih dari 100 tahun untuk tercetak penuh,” kata Kennis.
Sementara itu, Mahfud MD, salah satu ekonom terkemuka, menambahkan bahwa meskipun kelangkaan ini dapat mendukung harga dalam jangka panjang, pencapaian 95% lebih berfungsi sebagai peristiwa naratif daripada katalis harga langsung. “Ini menekankan sisi kelangkaan Bitcoin, tetapi sisa 5% itu akan membutuhkan waktu lebih dari 100 tahun untuk mencapai peredaran penuh,” ujarnya dalam sebuah podcast.
Pencapaian 95% ini juga menunjukkan bahwa Bitcoin kini telah memasuki fase baru, yakni fase maturitas sebagai aset dengan kelangkaan permanen. Grafik suplai dan inflasi Bitcoin menunjukkan bahwa laju penambahan BTC semakin melambat, dengan tingkat inflasi tahunan yang terus menurun tajam seiring berjalannya waktu. Hal ini mengindikasikan bahwa Bitcoin bergerak menuju posisi yang lebih stabil sebagai penyimpan nilai, menggeser statusnya dari aset pertumbuhan menjadi aset matang.
Namun, meskipun pasar Bitcoin semakin stabil, industri penambangan atau mining Bitcoin kini menghadapi tekanan baru. Setelah halving yang terjadi pada April 2024, reward atau hadiah bagi para miner akan dipangkas menjadi 3,125 BTC per blok. Para analis memprediksi bahwa margin keuntungan miner akan semakin menyusut, dan hanya mining farm besar yang dapat bertahan. “Miner kecil berpotensi tersingkir, dan fokus utama akan beralih pada efisiensi energi dan hardware,” ujar Marcin Kazmierczak dari RedStone.
Dengan pasokan yang semakin terbatas dan tekanan terhadap miner yang meningkat, Bitcoin memasuki era baru yang lebih stabil dan matang. Meskipun kelangkaan pasokan belum mengarah pada lonjakan harga dalam jangka pendek, perubahan besar ini semakin mengukuhkan posisi Bitcoin sebagai aset langka dan semakin penting dalam perekonomian digital global.
Para analis sepakat bahwa momen ini menandakan bahwa Bitcoin semakin menonjol sebagai aset penyimpan nilai, yang semakin dijadikan pilihan oleh investor institusional. Namun, mereka juga menekankan bahwa meskipun kelangkaan akan memperkuat posisi Bitcoin dalam jangka panjang, infrastruktur pasar, adopsi institusional, dan faktor makroekonomi akan tetap menjadi kunci bagi perkembangan Bitcoin ke depannya.
@uli












