Search
Close this search box.

Membangun Karakter Anak Melalui Pendidikan Seni Tari

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pimpinan Sanggar Putra Mayang Mandiri (PMM), Ambu, mengatakan bahwa sanggar ini mulai didirikan pada Tahun 1990.

“Sanggar Tari Putra Mayang Mandiri didirikan oleh Almarhum Bapak Dedi Taryadi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bapak Dedi Domba. Awal mulanya sanggar tari putra mayang mandiri ini bernama Sanggar Tari Putra Mandiri, ” ungkap Ambu, Minggu (3/3/2024).

Dedi Taryadi merupakan salah satu lulusan dari Padepokan Jugala Raya pimpinan Alm. Gugum Gumbira, dan kemudian ia pun pernah mengajar di berbagai sanggar/padepokan seni.

Namun pada Tahun 2000, lanjut Ambu, Sanggar Tari Putra Mandiri sempat vakum dikarenakan beberapa kondisi yang tidak memungkinkan berkegiatan. Baru pada tahun 2010 Sanggar Tari Putra Mandiri mulai berdiri kembali dengan nama baru yaitu Sanggar Tari Putra Mayang Mandiri yang di pimpinnya.

Sekarang di sanggar ini ada manajernya Eno dan pelatih sanggarnya sekaligus putri bungsunya yaitu Chintana, lulusan Pendidikan Seni Tari UPI Bandung. Sanggar tari ini sekarang lebih banyak aktifitas dan semakin berkembang.

Pada evaluasi yang ke-14 tahun 2024 ini, PMM di Gedung  Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) jumlah siswa yang mengikuti evaluasi sebanyak 73 peserta didik, dari mulai tingkat sekolah TK, SD, SMP, SMA/K dan umum.

Adapun dewan pengujinya yang menguji pada evaluasi kali ini sebanyak 4 orang, yaitu Uwa Asep Aji, Kiki, Aden dan Alya Putri Suhaya.

Dengan dilaksanakannya evaluasi tahunan ini mereka berharap para peserta didiknya menjadikan seni tari sebagai hobi, profesi, meningkatakan kecintaan akan seni, pelestarian budaya, dan menjungjung tinggi seni sebagai kearifan lokal yang patut dipertahankan.

@bambang melga

Baca Berita Menarik Lainnya :