Menelisik Kampung Baeud di Garut yang Tengah Jadi Sorotan Publik

Suasana Kampung Baeud di Desa Samida Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat./visi.news/dok.google maps
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kampung Baeud yang masuk dalam wilayah Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini tengah ramai diperbincangkan dan menjadi sorotan publik. Baik di tingkat RT/RW, desa, kecamatan hingga bupati. Bahkan, di tingkat provinsi hingga pemerintah pusat pun menjadi bahan gunjingan.

Bukan hanya itu, gonjang ganjinya Kampung Baeud juga menjadi topik bahasan utama di media cetak, elektronik, hingga medsos.

Ada apa sebenarnya dengan Kampung Baeud …?

Mencuatnya nama Kampung Baeud terkait penyebaran virus Covid-19. Dimana sebagian warganya terpapar virus mematikan itu. Dari 3 orang waga yang terkena dan tertular virus tersebut, melonjak naik drastis menjadi 8 orang.

Hingga Pemkab Garut harus memberlakukan karantina satu desa selama 14 hari. Penyemprotan disinfektan pun harus dipantau langsung oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Dalam bahasa Sunda kata “baeud” kurang lebih artinya sebagai bermuka masam. Seperti ditulis dalam Kamus Umum Basa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Basa jeung Sastra, “baeud”: mintonkeun pasemon saperti nu keur ambek atawa pusing (memperlihatkan raut muka seperti yang sedang marah atau pusing).

Dalam Kamus Basa Sunda karya R. Satjadibrata pun disebutkan bahwa “baeud” = rupa beungeut jelema nu keur pusing. “Ngabaeudan” = mere budi haseum (memperlihatkan rona wajah masam).

Orang “baeud” bisa karena berbagai alasan, namun yang pasti rona muka orang “baeud” sungguh tak enak dipandang, berbeda dengan orang yang “marahmay” (rona wajah ceria).

Oleh karena itu dalam khazanah pergaulan orang lembur ada istilah “landong baeud” (obat muka masam) yakni oleh humor atau “heureuy”.

Ketika di Garut ada nama Kampung Baeud yang kini sedang naik daun meski dalam keprihatinan karena corona, tentu timbul rasa penasaran ingin tahu asal-usul nama kampung tersebut mengapa disebut Kampung Baeud.

Sayang VISI.NEWS belum mendapat informasi rinci hwal seluk-beluk atau asal-usul nama Kampung Baeud tersebut.

Saat VISI.NEWS memantau di jaringan internet tentang keberadaan Kampung Baeud, tidak ditemukan. Bahkan, saat berusaha menemui sesepuh pun selalu menghindar. Hingga menghubungi tokoh pemuda via alat komunikasi pun tak ditanggapinya.

Letak geografis Kampung Baeud menuju Pusat Kota Garut dengan jarak tempuh 39 km, dalam waktu satu jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Menelisik keberadaan Kampung Baeud, cacah jiwanya dihuni oleh 145 kepala keluarga (KK). Penduduknya bermata pencaharian sebagai perantau atau pekerja di luar daerah seperti Bandung, Jakarta, dan daerah lainnya.

Sebagian lagi berdomisili di kampungnya sendiri sebagai petani. Tidak ada catatan atau data konkret yang menerangkan luas wilayah Kampung Baeud di tingkat desa atau kecamatan.

Namun demikian ditemukan data, pada tahun 2019, tepatnya Selasa tertanggal
05 Maret pukul 19.15 telah terjadi longsor akibat guyuran hujan deras.

Dalam catatan peristiwa itu terjadi di Kampung Baeud RT 05/RW 01, Dusun 01, Blok Cipayung. Dalam data yang diperoleh dari laman situs InfoPublik tersebut tertulis, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Masih mengutip dari situs InfoPublik, akibat longsor itu menimbulkan akses Jalan Raya Kecamatan Selawi menuju Cibugel Kabupaten Sumedang tertutup bahan material tanah.

Dari InfoPublik tertulis juga, Danramil Limbangan, Kapten Inf. Nandang mengatakan, material longsor tersebut menutupi badan jalan yang lebarnya 10 meter dengan panjang 20 meter, serta ketinggian tumpukan tanah longsor tersebut mencapai 5 meter.

Sementara itu, dari situs resmi Google didapat data bahwa Kampung Baeud adalah salah satu kampung Bentukan Kampung Keluarga Berenca (KB).

Masih dari data Google tertulis grafik yang menunjukkan usia produktif di Kampung Baeud berjumlah 145 KK, dengan jumlah penduduk 333 jiwa.

Rincian yang ditulis dalam grafik tersebut yakni keluarga yang memiliki balita 19 orang. Keluarga yang memiliki usia remaja 20 orang, dan keluarga yang memiliki usia lanjut 19 orang. @budi s. ombik

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bandar yang Ditangkap di Hotel, Mengaku Sudah 6 Bulan Edarkan Sabu di Kota Tasikmalaya

Sab Jun 13 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Jajaran Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya terus melakukan pengembangan dan penyidikan terhadap pasangan suami istri berinisial F (40) dan KR (32) keduanya warga Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya , Jawa Barat yang diciduk di salah satu hotel kawasan Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Pasutri tersebut kini […]