Menelusuri Jejak Langkah Hijrah Rasulullah Saw. (1)

Editor :
Perjalanan hijrah./via pixabay.com

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dalam melabuhi bahtera kehidupan untuk terjalinnya kebaikan di dunia dan akhirat, haruslah menjadi muslim yang senantiasa memancarkan kebaikan. Berhijrah merupakan kewajiban muslim untuk selalu memacu hidupnya menuju jalan lurus yang penuh kebaikan.

Hijrah mengandung arti meninggalkan suatu perbuatan, perpindahan atau meninggalkan suatu daerah menuju ke daerah lain. Hijrah Rasulullah memiliki banyak nilai kehidupan karena kegigihan Rasulullah yang luar biasa dalam menyebarkan agama Islam.

Maka, pentingnya hijrah dalam menemani langkah roda kehidupan untuk selalu menjadi muslim yang terus berlomba dalam berbuat kebaikan.

Hijrah Nabi Muhammad saw. dilakukan pada tahun 622 M dari Mekah menuju Madinah dan terdapat kisah menakjubkan.

Rasulullah mendapatkan tantangan dan ancaman besar dari kaum kafir, namun beliau tidak mudah tergoyahkan semangat dakwahnya. Mari kita maknai pintalan perjuangan Hijrah Rasulullah sang inspirator umat Islam melalui 5 rangkaian yang penuh pengorbanan dan ketulusan.

Nabi Muhammad saw. berdakwah di Mekah menyebarkan agama Islam untuk menunjukkan jalan lurus. Awalnya Rasulullah saw. berdakwah secara sembunyi-sembunyi, kemudian syiar Islam ditampilkan secara terang-terangan.

Karena semakin meluasnya ajaran Rasulullah, kaum kafir Quraisy semakin geram dan tidak nyaman dengan bannyaknya pengikut beliau. Maka, dengan segala kemampuannya kaum kafir menghalalkan segala cara untuk merintangi dakwah beliau.

Kaum Quraisy senantiasa mengancam dan mengintimidasi Rasulullah saw. Apalagi, ancaman semakin menghantui di saat hari duka Nabi Muhammad saw, yaitu ketika beliau ditinggalkan oleh istinya Siti Khadijah, paman Nabi (Abu Thalib) wafat dan mereka berdua merupakan pembela dan motivator Rasulullah. Hal tersebut merupakan tahun duka cita bagi Rasulullah saw.

Setelah melewati hari duka cita, Allah SWT memberikan peristiwa yang luar biasa kepada Rasulullah yaitu peristiwa Isra Mikraj yang di dalamnya Allah memerintahkan kewajiban salat 5 waktu bagi setiap muslim.

Baca Juga :  Lima Unit Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Jln. Bungur Bandung

Mendapatkan amanah dari Allah membuat Nabi melanjutkan dakwahnya di Mekah, lantas kaum Quraisy semakin geram dan semakin bertindak jahat kepada beliau. Mereka tak segan-segan menuduh bahwa Rasulullah saw. telah berbohong atas peristiwa Isra Mikraj tersebut, berbagai desakan semakin beragam untuk menggagalkan dakwah beliau.

Kedatangan Sejumlah Orang dari Madinah

Di saat gencar-gencarnya kaum kafir Quraisy menghancurkan dakwah Rasulullah saw., datanglah sejumlah orang dari Madinah dan menemui Nabi. Mereka menemui Rasulullah saw. di bukit Aqaba, dan mereka memeluk agama Islam, peristiwa tersebut dikenal dengan Bai’at Aqaba I. (bersambung) @fen/sumber: zakat.or.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tausiah: Hindari Lima Bentuk Kedurhakaan kepada Orangtua

Sen Agu 17 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Islam melarang keras segala bentuk kedurhakaan seorang anak kepada orangtuanya. Bahkan, Islam memasukkannya ke dalam dosa-dosa besar yang mengiringi syirik. Durhaka kepada kedua orangtua (‘uququl walidain) artinya ialah tidak menaatinya, memutuskan hubungan dengan keduanya, dan tidak berbuat baik kepada keduanya (Lisanul ‘Arab, karya Ibnul- Manzhur).  Meskipun disebut walidain (kedua orangtua), tetapi […]